2 Bocah Toraja Ini Pilih Kerja Tenun Ketimbang Main

MAKALE – Di era sekarang sangat sulit menemukan anak (bocah) seumur Kesia (8) dan Fatir (6) yang lebih memilih bekerja dan belajar membuat sarung dengan cara menenun secara tradisional. Keduanya mengaku belajar tenun sejak usia 2 tahun dari orang tuanya (mama) dan sudah memproduksi lembaran sarung dari tannun Toraja atau lebih dikenal dengan Barumbun.
Bocah asal kampung Sanggalla Utara, Lembang Salu Allo ini mengisahkan dirinya hingga bisa menenun dan membuat sarung.
Awalnya cerita keduanya, dia ikut-ikut sama mamanya sambil memperhatikan cara bertenun. Karena keseringan melihat dan ada daya tarik tersendiri dari keterampilan tenun, akhirnya keduanya mencoba dan terus belajar hingga menekuninya.  “Saya sekarang lebih suka bertenun ketimbang main,” ungkapnya.
Warga Lembang Saluallo, Jeni kepada trialief menyampaikan, dikampungnya terdapat tiga orang bocah yang bisa bikin Tannun Toraja.
Ditempat terpisah, Ketua Tim Penggerak PKK, Rospina Napa memperkenalkan Tanaun Toraja kepada salah satu juri pada festival, Rusdy Candra dari Kota Makassar.  (andarias/titus/r)