2 kali Coblos HBHN, Tapi Orang Ini Bukan Pemilih Siluman

TAKALAR – Kendati dua kali melakukan pencoblosan di TPS yang berbeda, namun orang ini bukanlah pemilih siluman karena mendukung hbhn. “Untung bukanji skhd na coblos, kaddeka remomaki napakamma,” sindir pendukung BERUA BAJI.

Irwan Tutu, warga desa Parangmata, kecamatan Galesong merupakan satu dari 5000-an lebih pemilih siluman yang tertangkap tangan dan harus menerima sanksi hukum di balik jeruji besi (penjara). Suami dari Hernianti (25) ini harus berlabuh di penjara karena tekadnya  memberikan suara lebih dari satu pencoblosan. Sayang, aksinya terjaring hingga harus bersentuhan dengan hukum dan menerima vonisnya selama 36 bulan atau 3 tahun penjara.

Ayah dua anak yang masih kecil ini tak mampu berkata banyak. Dia pasrah menerima dan menjalani hidupnya dalam tahanan meski harus meninggalkan anak dan istrinya. “Kita berharap, moga tidak ada lagi pemilih siluman yang menampakkan dirinya,” kata Kades Parangmata, Nursalam.

Informasi menyebutkan, istri Irwan Tutu, Hernianti (25) sangat terpukul dengan nasib yang dialami keluarganya. Dia harus menjalani keseharian hidupnya tanpa suami yang menjadi tulang punggung keluarga. Meskipun hidupnya pas-pasan dengan pendapatan suaminya sebagai seorang karyawan swasta di Makassar, namun hidupnya bahagia bersama dua orang anaknya.

“Mereka malu karena mertua Irwan Tutu, Ahmad Dg Ngewa adalah tim sukses  paslon nomor urut 1 dan kalah. Apalagi kasihan, pengadilan vonis dan denda sebesar Rp. 35 juta,” ungkap warga tetangganya di Parangmata.

Sementara istri Irwan Tutu yang berusaha ditemui tidak berhasil. “Dia malu bertemu, karena saya saja kadesnya na malu bicara,” ujar Kades Parangmata.  (malo)