7 Langkah Penting Menjaga Kesehatan Jantung

Anda mungkin pernah mendengar bahwa penyakit jantung masuk dalam daftar lima besar pembunuh pria dan wanita. Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan merokok merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung.

Berita bagusnya? Sebagian besar penyakit jantung dapat dicegah dan dikelola melalui diet dan perubahan gaya hidup. Tapi mengetahui apa yang paling penting untuk Anda fokuskan, juga penting.

Apakah diet atau berolahraga? Inilah yang benar-benar penting menurut para ahli untuk menjaga jantung tetap dalam kondisi prima.

1. Kolesterol Bukan Musuh

Bertentangan dengan apa yang telah dengar, kolesterol dalam makanan (dikenal sebagai kolesterol makanan) tidak selalu meningkatkan tingkat kolesterol darah.

Bahkan, studi terbaru menemukan bahwa untuk sebagian besar orang, diet kolesterol memiliki sangat sedikit, jika pun ada, dampaknya pada kadar kolesterol darah.

Rekomendasi untuk membatasi kolesterol makanan dihapus dari USA Dietary Guidelines 2015. Yang benar-benar memengaruhi tingkat kolesterol darah adalah campuran dari lemak dan karbohidrat dalam pola makan Anda, bukan jumlah kolesterol yang Anda makan dari makanan, menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston.

Jadi, telur dan udang bisa kembali pada menu!

2. Lemak Bisa Jadi Teman

Lemak “buruk” atau lemak jenuh dan lemak trans masih perlu dibatasi sebanyak mungkin. Tapi, lemak tak jenuh yang sehat seperti yang ditemukan dalam minyak zaitun dan alpukat, adalah baik untuk kesehatan jantung.

Begitu juga dengan asam lemak Omega-3, yang ditemukan dalam ikan berlemak seperti salmon.

Omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, menurunkan tekanan darah, mengurangi pembekuan darah dan mengurangi risiko stroke dan gagal jantung, menurut Mayo Clinic.

3. Susu Bebas Lemak Masih Jadi Raja

Baru-baru ini, ada informasi yang mendorong orang-orang untuk beralih ke susu full cream. Sekadar meluruskan, ini tidak disarankan oleh ahli gizi.

Alasannya? Lemak dalam susu adalah lemak jenuh yang tidak sehat. Memilih susu bebas atau rendah lemak (satu persen lemak) masih menjadi pilihan yang lebih baik.

4. Anda Masih Harus Menghindari Garam

Memotong asupan sodium sangat penting untuk menurunkan tekanan darah dan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Mengurangi garam dari meja makan atau ketika Anda memasak adalah langkah pertama yang hebat. Menyadari makanan atau minuman tempat garam bersembunyi adalah langkah lanjutan yang perlu dilakukan.

Makanan dalam kemasan kaleng dan banyak makanan olahan pabrik lainnya adalah sumber garam yang tersembunyi. Satu kaleng sup, misalnya, mengandung garam hampir batas maksimal harian yang dianjurkan (2.300 miligram).

Membatasi makanan olahan sebanyak mungkin adalah nasihat yang baik bagi siapa saja terutama bagi mereka dengan tekanan darah tinggi, kata anggota American Dietetic Association’s, Bethany Thayer, yang juga adalah ahli gizi di Henry Ford Health System di Detroit.

5. Hitung Karbohidrat

Ketika bicara kesehatan jantung, biasanya lemak dan sodium menjadi sorotan. Tapi, menghitung karbohidrat juga penting.

Karbohidrat tidak sehat dan gula sederhana (ditemukan dalam roti putih dan pasta, minuman manis, makanan penutup dan lain sebagainya) dapat berkontribusi pada naiknya risiko penyakit jantung dengan cara menyebabkan peradangan dan kerusakan pada dinding arteri.

6. Terlalu Banyak Duduk Sama Bahayanya dengan Merokok

Pola makan memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor untuk menjaga jantung tetap sehat.

Sebuah meta-analisis dari 47 penelitian yang diterbitkan pada Januari 2015 dalam Annals of Internal Medicine menemukan, bahwa pola makan saja tanpa olahraga, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, kanker dan penyakit jantung. Jadi, batasi waktu duduk-duduk santai dan mulailah bergerak.

7. Tak Apa Meminta Bantuan

Menjalani gaya hidup sehat, sudah pasti dapat meningkatkan kesehatan jantung. Tetapi, keduanya tidak selalu bisa memerbaiki segala sesuatu.

Jika Anda memiliki beberapa penanda penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui pola makan dan olahraga yang tepat untuk Anda, serta jenis pengobatan jika memang diperlukan.  (*)