Aktivis Lintas Kampus Pertanyakan Kinerja Kejati

GABUNGAN aktivis Lintas Kampus Sulawesi Selatan, mempertanyakan kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel lantaran beberapa kasus yang ditangani dinilainya mandek.

MAKASSAR – Salah satu kasus yang ditanganinya, dugaan korupsi pengadaan proyek Sarana Pembelajaran Laboratorium Bahasa di Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo senilai Rp 1,1 miliar.

Proyek yang bersumber dari dana sharing APBD Wajo dan APBN 2011 ini, jaksa telah menetapkan DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif sebagai tersangka. Namun hingga kini kasus tersebut belum ada titik terang.

Pengurus Gabungan Aktivis Lintas Kampus Sulawesi, Muh Syahban Munawir, SH, MH mengatakan, kinerja Kejaksaan Tinggi Sulsel perlu dipertanyakan. Penyidik kejaksaan telah menetapkan tersangka pada Mei 2014 pada kasus itu.

Tetapi kata dia, sampai hari ini tidak ada kejelasan terkait penanganan kasus tersebut. Bahkan pihaknya menduga¬† kejaksaan akan mengeluarkan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara). “Kami ketahui bahwa berdasarkan hasil audit di inspektorat tidak ditemukan kerugian negara. Tetapi hasil audit dari BPKP itu belum ada. Olehnya itu, kami meminta pihak kejaksaan untuk profesional dalam bekerja menangani perkara ini,” harapnya.

Dikatakan, tidak mungkin pihak Kejati Sulsel dalam menetapkan orang menjadi tersangka kerena tidak memiliki dua alat bukti yang cukup. “Kami anggap tidak ada landasan hukum yang bisa SP3-kan kasus yang menjerat Syahruddin Alrif dan harus di lanjutkan ke tingkat peradilan,” pungkas Syahban.¬† (ar/R)