Aktivitas Sanggar Panrita Bontolangkasa

Sanggar Panrita Bontolangkasa
GOWA, TRI ALIEF – Meski tak memiliki pendidikan formal ataupun guru khusus dalam dunia seni, namun kreatifitasnya telah terbukti dengan keikutsertaannya di setiap momen pertunjukan. Tidak sampai disitu, komunitas seni yang bergabung di Sanggar Panrita Bontolangkasa ini berkiprah mencari dana dengan menerima tawaran main gendang pada pesta rakyat.

Latihan menabuh gendang dan kegiatan seni lain merupakan bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka. Komunitas anak baru gede (ABG) ini sepatutnya mendapat perhatian serius pemerintah. Apalagi di era moderen dengan beragam sajian bertajuk teknologi, generasi harus diberi ruang kesibukan sebagai bentuk peduli terhadap masa depan mereka.

Aktivitas remaja yang bergabung disebuah sanggar seni yang diberi nama ‘ Sanggar Panrita ‘ ini memulai kreatifitasnya bulan Ramadhan lalu. Mereka ikut lomba beduk antar kampung hingga lomba beduk di kabupaten Takalar dengan prestasi juara pertama. Berawal dari situlah hingga mereka terinspirasi membangun sanggar seni yang dia namakan Sanggar PANRITA Bontolangkasa.
Salah seorang personil Sanggar Panrita, Syahrul Rasyid Ramadhan mengatakan, aktivitasnya baru sebatas latihan dan menerima tawaran main gendang dari masyarakat yang punya hajatan (pesta). Itu dilakukan kata Lulu (panggilan Syahrul), hasilnya guna menghidupkan sanggarnya. ” Alhasil..dari kerja bareng dan tanpa bantuan siapa-siapa, kami sudah bisa beli sepasang gendang sebagai inventaris sanggar,” pungkasnya. (in/red)