Angkut Miras, Randis DPRD Ini Diamankan Polisi

Sebuah mobil plat dinas milik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpaksa diamankan Tim Reserse Mobile (Resmob) saat tertangkap tangan mengangkut barang haram atau minuman keras (Miras) berupa arak. Guna mengelabui polisi, pelaku menutup Nopol plat merah dengan plat warna hitam yang diikat karet.

MAGETAN – Tim Resmob Polres Magetan mengamankan mobil dinas DPRD Magetan setelah kedapatan digunakan Gaguk, warga Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo mengangkut ratusan liter arak (minuman keras) jowo di Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Untuk mengelabui polisi, Gaguk Pelaku) mengganti pelat nomor mobil dinas yang berwarna merah menjadi warna hitam. Pelat nomor warna hitam ditempel menutup warna merah dengan diikat karet.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Magetan, AKP Partono membenarkan diamankannya mobil dinas bernomor polisi AE 470 NP yang digunakan mengangkut miras. “Semula mobil itu kami curigai lantaran pelat nomernya tidak ada stempel kepolisian. Namun setelah kami geledah ternyata isinya ratusan liter arak jowo (arjo) yang ditaruh dalam jeriken dan botol air,” ujar Partono.

Bukan hanya karena pelat nomer tanpa stempel lambang kepolisian, kata Partono, Tim Resmob Polres Magetan yang dipimpin Ipda Henrico Suharsono juga mencurigai mobil berjalan berlahan seperti membawa beban berat.

“Tim juga melihat mobil seperti mengangkut barang berat di bagian belakang. Setelah berhenti parkir di depan toko, kami menggeledahnya dan mendapati ratusan liter arjo didalam mobil,” ujar Partono.

Hasil penggeledahan timnya di dalam mobil, polisi mendapati 9 jeriken dengan isi masing-masing jerigen 30 liter miras. Tak hanya itu, polisi mendapati 24 liter yang dikemas botol bekas air minum kemasan. Selain mengamankan mobil dinas DPRD Magetan, polisi juga menangkap Gaguk, pengemudinya.

Dia dijerat Undang – Undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara selana 15 tahun. Rencanaya Gaguk akan menjual miras yang dibeli dari Bekonang, Kabupaten Sukahorjo, Jawa Tengah ke Kota Madiun.  (*)