Besok, Komunitas Parkir RSUD Siap Pertahankan MoU

TAKALAR – Surat permintaan pengosongan lahan pengelolaan parkir di RSUD Padjonga Dg Ngalle yang dilayangkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan akan diaktualisasikan besok, Senin (26/3) bakal berujung ricuh. Pasalnya, pihak parkir akan memblok jika Dishub memaksakan kehendaknya tanpa proses peradilan.

Karena kata mereka (tukang parkir red.), apapun alasan Dishub yang berasumsi surat pengosongan sangat bertentangan dengan perjanjian perpanjangan yang tertuang di MoU. Maksudnya, pihak Dishub harus tahu proses sebelum mengambil langkah pengosongan.

“Jangan karena kami wong cilik, lalu mau diperlakukan seenaknya. Takalar ini adalah Indonesia yang diketahui sebagai Negara hukum,” tegasnya mengingatkan.

Pencitraan bijak dan cerdas Pemerintah kata pengelola parkir, Muh. Said Dg Siriwa menjadi cermin dari perlakuan pemimpin terhadap rakyatnya. “Kalau sifatnya memaksa karena kekuasaan, maka kami sebagai rakyat akan bertahan karena hak,” pungkasnya.

Sekedar diingatkan, masa MoU (perjanjian) pengelolaan parkir di RSUD baru berakhir bulan Desember mendatang. Artinya, pihak pengelola parkir masih memiliki hak beberapa bulan sebelum berakhir masa perjanjiannya.   (cw)