‘Bias Tambang’ Anak Kehilangan Pantai Tempatnya Bermain

GALESONG – aksi penolakan tambang pasir laut di Galesong, Sanrobone dan kepulaun Tanakeke yang sudah berlangsung kurang lebih empat bulan masih belum menemukan titik terang, walaupun berbagai cara yang di lakukan warga nelayan agar perusahaan penambang dapat menghentikan aktifitas penambangan. Kebiasaan anak pesisir yang senang bermain di bibir pantai, kini tinggal kenangan.
Dua anak Farel dan Fajar di pesisir pantai Mangindara, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar yang doyan main di pantai saat pulang sekolah mengaku tak lagi seindah empat bulan lalu. Saat dimana kapal asal belanda belum melakukan pengerukan pasir, kondisi dan suasana pantai nyaan karena airnya tidak keruh.
“Pantainya sudah terkikis hingga tidak bisa berlari dan berkejaran karena pantai bertebing,” polos bocah kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Negeri Mangindara ini.
Warga setempat sangat prihatin setelah melihat pantai yang menjadi tempat anak mereka bermain setiap hari saat pulang dari sekolah sudah mulai terkikis ombak. “Kami tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kedepan kalau aktifitas penambangan pasir laut tidak segera dihentikan,” keluhnya.
Mereka juga menyesalkan sikap Gubernur yang hanya diam saja, karena dengan adanya penambangan pasir laut hasil tangkapan ikan, kepiting dan cumi-cumi menurun. Parahnya lagi keluh warga, bila terjadi abrasi pantai besar besaran harus tinggal dimana karena tidak ada tempat pelarian.   (malo/R)