Bocah Gizi Buruk di Majene Terbaring Pasrah di Rumah

MAJENE – Khairunnisa (2), bocah penderita gizi buruk ini hanya bisa berbaring pasrah dirumahnya di Lingkungan Deteng-Deteng, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, kabupaten Majene. Kondisi itu terjadi karena faktor biaya yang tidak ada.

Anak ketiga dari pasangan suami isteri Suparman (37) dan Masriani (35) ini, membuat bocah malang ini urung dibawa ke rumah sakit di Makassar. Sang ayah dan ibu tergolong keluarga kurang mampu. Suparman bekerja sebagai buruh serabutan, sementara Masriani merupakan ibu rumah tangga.

“Kharunnis menderita gizi buruk sejak umur 3 bulan, dan selama ini sudah dua kali melakukan pemeriksaan, pertama di Pusekesmas, dan terakhir di Rumah Sakit Umum Majene, namun tidak ada perubahan,” kata Masriani.

Saat di rawat di Rumah Sakit Umum Majene selama dua bulan, salah satu dokter di Rumah Sakit Umum Majene menyarankan agar anaknya dirujuk ke Rumah Sakit di Makassar. ”Kata dokter sebaiknya dirujuk ke Makassar, karena di Makassar peralatannya lengkap. Namun karena persoalan biaya, akhirnya batal, apalagi bapaknya tidak bekerja dan baru-baru ini juga mengalami kecelakaan,” ungkapnya.   (al/ar/cw)