Break Water Tamasaju Akhirnya Berlabuh di Kejati

Ini salah satu aktifitas alat berat di proyek break water Tamasaju

GALESONG – Meskipun rencana Sekertaris Badan Perwakilan Desa (BPD) bersama warga desa Tamasaju, kecamatan Galesong Utara (Galut) belum melaporkan resmi persoalan pembangunan tanggul penahan ombak (break water)ke Kejati, namun sudah ada komunitas lain yang melakukannya. “Kami juga akan melaporkan soal ini ke Kejati,” kata Sekertaris BPD, Nas Dg Sijaya.

Akbar, SH

Masalahnya, pihak rekanan melakukan pengerukan pasir di bibir pantai dengan asumsi hasil galiannya yang ditaruh di bibir pantai. Padahal secara kasak mata, pasir tak akan mampu bertahan melawan arus ombak hingga alasan Ketua TP4D, Akbar, SH perihal tumpukan pasir hasil galian proyek yang berada dibibir pantai ‘jauh panggang dari apinya.’

Kehadiran Akbar yang menggandeng TP4D dan ngotot membela kontraktor break water juga menjadi wahana perbincangan. “Sebegitu jauhkah sikap TP4D mengawal proyek..?”

Adalah Celebes Institute yang secara resmi tel;ah melaporkan kasus pada pekerjaan proyek break water pantai Tamasaju ke Kejati Rabu kemarin.   (cw)