‘Break Water Tamasaju’ TP4D Ngotot Bela Kontraktor

Ini aktivitas eskapator di lokasi proyek di pantai desa Tamasaju

Keluhan Kades Tamasaju bersama warganya terhadap pekerjaan proyek Tanggul Penahan Ombak (Break Water) disikapi serius TP4D yang membela habis-habisan kontraktor.  

TAKALAR – Menurut Ketua Tim Pengawalan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), Akbar, SH  menekankan untuk tidak mempolemikkan proyek break water karena masih dalam masa kontrak. “Nanti kita agendakan untuk turunkan ahli mengauditnya,” pinta Akbar.

Nampak Ketua TP4D, Akbar, SH saat di lokasi proyek di Tamasaju

Sementara soal yang muncul kepermukaan di lokasi proyek bukan pada proses pengerjaan fisik brea waternya, tetapi lebih focus pada pekerjaan kontraktor yang dianggap warga setempat merugikan masyarakat dan berdampak pada kelestarian lingkungan pantai. “Yang dibangun penahan ombak, tapi yang dilakukan kontraktor mengeruk pasir bibir pantai untuk dijadikan material timbunan,” keluh warga di Tamasaju.

Kata warga, jika pekerjaan pengerukan itu terus dilakukan, maka dampaknya akan berimbas ke warga yang berdomisili disekitar lokasi proyek.

Pihak kontraktor, Muksin Gassing yang datang di trialief berharap agar persoalannya cukup sampai disitu saja. Karena kata dia, semua proses pekerjaan sudah dilakukan sesuai petunjuk proyek yang tertuang di rencana anggaran belanja.   (cw).