Bupati Takalar Diduga Monopoli Kuota Jalur Kemitraan

MESKIPUN MELABRAK PERMEN NO 17, BUPATI TAKALAR H. BURHANUDDIN BAHARUDDIN TETAP SAJA MEREKOMENDASIKAN SISWA DI SMAN I GALUT HINGGA ADA DUGAAN KALAU KUOTA JALUR KEMITRAAN DIMONOPOLINYA

TAKALAR – Panitia Penerimaan Peserta Didik (PPDB) di SMAN I Galesong Utara (Galut) tak dapat berbuat banyak saat menerima rekomendasi Bupati Takalar pada seorang siswa yang sebelumnya sudah ada direkomendasikan satu orang.  Hal itu dibenarkan Kepala SMA Negeri 1 Galut, H. Zaenal Abidin.

Kata Zaenal, Bupari Takalar merekomendasikan 2 siswa, dan dikarenakan pihaknya berpikir hanya 3 orang siswa yang mengisi jalur Kemitraan hingga dianggap tidak memenuhi standar kuota yang ada, makanya di terima saja.

Sementara Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo menyampaikan, kalau mengacu ke Permen nomor 17 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistim online khusus jalur Kemitraan, Bupati hanya memiliki 1 orang jata (rekomendasi) tidak bisa lebih dari 1 rekomendasi.

Ketua PPDB SMA Negeri 1 Galut, Kaisal Yusna saat dimintai penjelasan dari Forum Pemerhati Pendidikan Kec. Galut menjelaskan, jalur Kemitraan mempunyai kuota hanya 6 orang . Sedari awal pendaftaran Bupati Takalar merekomendasikan 1 orang, kemudian di menit akan ditutupnya pendaftaran menyusul lagi rekomendasi Bupati Takalar yang kedua. Setelah koordinasi dengan Kepsek untuk dipertimbangkan, akhirnya siswa kedua yang direkomendasikan Bupati diterima.   (ml/R)