Cegah Virus Rebies, Disnakin Lakukan Vaksinasi

ENREKANG – Mencegah terjangkitnya virus Rabies ditularkan dan akibat gigitan anjing gila, Dinasnakin Kabupaten Enrekang melakukan vaksinasi sejak Januari 2017. Vaksinasi yang dilakukan mulai dari tingkat Kecamatan, Desa, dan dusun di 12 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Enrekang.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Ny. drh. Suhartina

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), Dinakin Enrekang, drh. Suhartila, sejak Januari 2017 hingga ahir September 2017 tahun ini, telah melakukan vaksinasi sebanyak 1.552 Ekor Anjing yang bertuan (Piaraan) yang kebanyakan dipelihara oleh Komunitas Pemburu Hama Babi (Pangrangngan Babi).

“Keswan turun lapangan sejak januari lalu, guna melakukan vaksinasi terhadap anjing. Hal ini kami lakukan dalam upaya pencegahan penyebaran virus Rabies yang ditularkan oleh Hewan diantaranya gigitan anjing gila, namun masih banyak kendala yang kami alami di lapangan.”ujar Ny. Suhartina.
Kendala tersulit dihadapinya karena kebanyakan warga pemilik Anjing yang enggan memegang anjingnya sendiri ketika akan di vaksin. Sementara untuk menangkap sendiripun dikatakan takut digigit, selain itu Faktor pelaporan dan koordinasi, baik itu dari warga maupun dari aparat setempat, sejak tahun 2017, sudah terjadi 9 kasus akibat gigitan anjing gila, itupun laporannya diperoleh dari Puskesmas.
“Faktor lain, kendala yang kami alami karena kurangnya komunikasi dan laporan warga ketika terjadi kasus korban gigitan anjing. Sudah ada 9 kasus yang terjadi selama ini laporannya diperoleh justru dari Puskesmas, padahal kami sudah sosialisasikan sebelumnya”tambahnya.
Kadisnakin drh. H. Junwar Syahrir menambahkan, semua bidang beserta dengan tugasnya yang ada di Dinas yang dipimpinnya, sudah terbagi habis, mulai dari Perikanan, peternakan, termasuk yang mengurusi kesehatan binatang yang membidangi Vaksinasi. “Ppulasi anjing di Kabupaten Enrekang mencapai 4 ribu ekor,” kata drh. H. Junwar.  (zaini)