Dana Hibah Proyek Sanitasi Dari Australia Baru Rp 10,3 Miliar Dicairkan

Pelaksanaan pembangunan infrastruktur sanitasi mengalami berbagai tantangan. Padahal, pemerintah Australia telah berkomitmen membantu pendanaan untuk infrastruktur sanitasi senilai Rp 404 miliar.

0043368foto-2780x390“Dari total target 56.000 sambungan rumah, sampai saat ini baru ada 12.528 sambungan rumah atau 27 persen. Sedangkan dana hibah yang cair sebesar 1 juta dollar Australia atau sekitar Rp 10,3 miliar,” ujar Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Dwityo Akoro Soeranto saat High-Level Dialogue & Workshop “Program sAIIG Mendukung Peran Pemerintah Daerah Mewujudkan Pencapaian Target SDGs di Sektor Sanitasi”, di Hotel Sultan, Jakarta.

Pendanaan ini dilakukan melalui Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) dengan mekanisme hibah berbasis hasil yaitu Hibah Infrastruktur Australia-lndonesia untuk sanitasi (sAIIG).

Dwityo mengatakan, program tersebut awalnya diikuti oleh 38 kabupaten/kota. Namun berdasarkan pemantauan, hanya 23 kabupaten/kota yang melaksanakan konstruksi pembangunan instalasi penyambungan rumah.

Tantangan dalam pembangunan infrastruktur sanitasi antara lain rendahnya komitmen kabupaten/kota melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), masalah sosial yang dihadapi, hingga sarana dan prasarana yang tidak memadai.

“Pelaksanaan program ini harus menjadi pembelajaran untuk percepatan peningkatan akses dalam mendukung 100 persen sanitasi layak pada 2019,” kata Dwityo.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak agar berkolaborasi, baik itu bupati, wali kota dan jajaran staf di dinas terkait supaya meningkatkan program. Salah satunya adalah dengan meningkatkan pendanaan APBD dalam rangka mewujudkan sanitasi yang layak.

“Harapan kami, dengan kegiatan ini terjadi dialog antara Indonesia-Australia dan pemda dalam melakukan evaluasi kebijakan dan implementasi program sAIIG agar dilaksanakn dengan baik dan memenuhi target yang ditetapkan,” kata Dwityo dikutip dari kompas.com. (*/R)