Dari ‘Naciniki Mata Tawwa’ Hingga ‘Ni Kasia’mi Anne’

TAKALAR – Tidak terasa tiga bulan sudah terlewatkan masa pemerintahan Bupati – Wabup terpilih ‘SKHD’ pasca pelantikannya 22 Desember 2017 lalu. Kondisinyapun drastis berubah dari masa galau menjadi risau dan meresahkan. Bagaimana tidak, rakyat yang tidak terbiasa dengan pola pungutan mendadak dikejutkan dengan kehadiran tagihan yang cukup mencekik.

Keluhan itupun terlahir dari mereka (paga’de) yang penghasilannya berada dibawah pas-pasan atau hanya sebatas menutupi kebutuhan api didapurnya. Di kondisi ini mengingatkan kembali masa pemerintahan sebelumnya yang tidak pernah melakukan kegiatan yang menguras ekonomi rakyat.

‘Na Ciniki Mata Tawwa’ tageline yang menggambarkan euporia fisik yang dinikmati langsung masyarakat baik dari kalangan bawah hingga atas.

Sementara di langkah awal pemerintahan yang unggul 2000-an suara pada Pilkada kemarin telah melahirkan polemik ekonomi yang cukup dirasakan rakyatnya hingga sebagian warga mengatakan ‘Ni Kasia’mi Anne.’   (cw)