Dari Rujab ke Rutan, Ini Terjadi di Akhir Masa Jabatan HB

Penahanan H. Burhanuddin Baharuddin (HB) terkait kasus penjualan lahan transmigrasi di desa Laikang, kecamatan Mangarabombang (Marbo), kabupaten Takalar, Senin (6/11) kemarin merupakan pukulan telat dari seluruh rangkaian kegiatan selama menjabat Bupati Takalar.

TAKALAR – Empat tahun lebih atau Desember 2012, HB dilantik menjadi Bupati Takalar dengan kompoi dan keceriaan keluarga, kerabat dan handai taulan. Sakin cerianya waktu itu, tiga bulan sebelum akhir masa jabatan Ibrahim Rewa sebagai Bupati Takalar,  mereka (para pendukung)  sudah memintanya untuk keluar dari rumah jabatan (Rujab).

Alhasil, almarhum Bupati Ibrahim Rewa keluar dan meninggalkan Rujab tanpa masalah, apalagi berurusan dengan hukum hingga meninggalkan dunia.

Sementara Bupati HB disepanjang perjalanan pemerintahannya, ada nampak pembangunan lebih dari yang dilakukan almarhum ‘IBE’. Sayangnya, dipenghujung masa jabatannya, HB kesandung kasus yang dibuatnya sendiri hingga harus berurusan dengan hukum.

Dan hari Senin kemarin, resmilah Bupati HB menjadi penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Makassar. Perjalanannya sejak kasusnya bergulir tahun 2016 lalu, tercatat kisah dari ‘Rujab ke Rutan’ sebagai tempat istirahatnya untuk beberapa saat.  (cw)