Diduga Dikerja Asal Jadi, Begini Kondisi Irigasi Rumah Pompa

Harapan meningkatkan hasil pertanian dan incam pendapatan petani di Takalar secara merata sangat tidak memungkinkan dengan kondisi sarana pendukung yang tidak terpelihara. Apalagi kontes pembagian bantuan alat pertanian (Alsintan) di Dinas Pertanian tidak tersalur sesuai harapan atau dijadikan ajang cari untung oknum lewat jual beli.

Kabid Alsinta Distan, Achiruddin saat menyasar bantuan traktor yang dijual
Kondisi tanggul irigasi rumah pompa ‘tumbang’ sebelum difungsikan

TAKALAR – Indikasi jual beli bantuan alsintan dalam lingkup Distan sudah bukan lagi rahasia umum, tetapi perlakuan yang diduga kolaborasi oknum calo dengan oknum di Distan merupakan bentuk kerjasama untuk bisnis ilegal ini. Dari bantuan hand traktor, mobil panen (Combine) dan alsintan lainnya sudah berlangsung lama, namun masyarakat maupun komunitas control lainnya seakan memberikan pembiaran (diam). Hal itupun berimbas pada proses kegiatan lainnya seperti pembangunan rumah pompa dan irigasinya.

Pantauan dilapangan menampilkan kondisi saluran irigasi Rumah Pompa, dimana salurannya sejak di bangun hingga mengalami kerusakan, belum pernah difungsikan. Bangunan tanggul saluran irigasi rumah pompa telah mengalami kerusakan yang cukup parah dibeberapa titik. Sementara hampir diseluruh bagian tanggul telah mengalami pengikisan parah.

‘Repro’ Bantuan 10 unit Mobil Panen (COMBINE) yang dikabarkan dibagi habis di sekitar kawasan KIMA Makassar
Salah satu pelaku jual beli bantuan hand traktor di Marbo

Terjadinya kerusakan diduga bukan karena pengikisan (faktor alam), tetapi lebih mengarah pada proses pengerjaan yang tidak berkualitas.  Dimana material campuran dengan mudahnya terkikis dan terhambur hanya dengan sedikit gesekan dan tekanan. Bahkan hanya dengan menggunakan tekanan jari manusia, campuran terkelupas.

Dilihat dari pasangan batu gunung pada tanggul mudah terlepas, karena pada bagian dalam tanggul terlihat tidak terisi, baik semen maupun batu gunung. “Kami berharap, pihak terkait baik Distan maupun aparat hukum untuk melakukan peninjauan dan menyelidikanya,” harap salah satu kelompok tani.  (r)