Diduga Politisasi Dana Bantuan, Camat Polsel Akan di Laporkan

 

TAKALAR – Tim Advokasi Paslon BERUA BAJI akan melaporkan Camat Polombangkeng Selatan (Polsel), Drs.Muh.Rusli dan PKH Nirmala karena keduanya diduga sengaja menpolitisir pertemuan keluarga harapan.

Pemberian Bantuan Dana ke Keluarga Harapan bukanlah hibah dari seseorang, tetapi merupakan bentuk peduli pemerintah pusat untuk membantu masyarakat menengah ke bawah. Akan halnya di kecamatan Polsel, pihak camat bekerjasama PKH menggelar pertemuan dengan masyarakat penerima manfaat di kantor Camat Polsel, Senin,( 26 Des 2016). Dipertemuan tersebut, pihak camat maupun PKH meminta kepada warga untuk mengacungkan satu jari telunjuk ke atas sebagai bentuk sebuah dukungan kepada salah satu calon.

Intinya tulis Abdullah Hasan via WhatsAppnya, ada unsur kesengajaan yang dilakukan Camat Polsel bersama PKH Polsel Nirmala karena para penerima diperintahkan mengacunkan jari Telunjuk simbol no.1 Calon Bupati HB-HN. Padahal dana bantuan ini murni dari pusat kementrian sosial bukan bantuan dari salah satu calon bupati Takalar.

Dari kronologi itu, pihak tim Advokasi SK – HD menganggap ada unsure politisasi dana bantuan untuk kepentingan calon (politik). “Ini pelanggaran yang memciderai proses tahapan pilkadaTtakalar,” urai Abdullah.

Tim Advokat SKHD berencana melaporkan Camat Polsel dan PKH Polsel karena telah menyalah gunakan wewenag dan tanggung jawabnya untuk kepentingan calon tertentu dan mengatas namakan bantuan tersebut bantuan dari pasangan No.1. Ini bentuk pembodohan masyarakat,” ujar Abdullah yang akan melayangkan surat ke Kementrian Sosial. (*/R)