Issu Suap Warnai BPN Makassar ‘Dilapor ke Kejati’

MAKASSAR – ‘Jeri Wiseng’ seorang pengusaha telah resmi dilaporkan ke kejati atas dugaan menyuap oknum mantan pejabat BPN Makassar, Muhammad Hatta.

“Muhammad Hatta sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah divonis atas kasus gratifikasi dalam pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea. Tapi kok penyuapnya belum tersentuh hukum,” ucap Daniel di Kejati beberapa waktu lalu.

Ceritanya, berawal saat Jefri menyuap Hatta untuk memuluskan pengurusan sertifikat tanah yang diakui milik terlapor seluas 3 hektar di wilayah Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea. Meski syarat pengurusan tanah itu tidak lengkap, namun semuanya berlangsung aman.”Ini kemudian kami laporkan ke Kajati Sulsel,” ungkapnya.

Jefri sendiri menyuap Hatta sebesar Rp. 60 Juta. Hal itu dibuktikan adanya bukti transfer melalui Bank BNI. “Kami juga sudah menyurat ke BPN untuk pertanyakan proses penerbitan sertifikat tanah yang diakui Jefri,” ucapnya.

Kasi Penkum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, setiap laporan yang diterima kejati sebelum diselidiki, tentu perlu dilakukan pengumpulah data dan bahan keterangan. Karena setiap laporan tidak serta-merta langsung diusut.

“Kami pasti melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan terlebih dahulu sebelum mengusutnya. Karena langkah itu, merupakan awal untuk melakukan penyelidikan setiap laporan yang masuk, ” katanya. (ar/R)