Jika VALE Tak Buka Penerbangan Umum, Pemprov Ancam Tutup Izin Terbang

MAKASSAR – Jika PT. VALE Indonesia berkeras tidak membuka Bandar udaranya untuk umum, maka Pemprov Sulsel akan menutup alias tidak memberikan izin penerbangan.

“ Jika dia serius tidak mau membuka.Izin penerbangan di provinsi, atau mau main-main, tidak usah dikasi izin terbang ke sana pesawatnya,” tegas Wagub Agus Arifin Nu’mang.

Penegasan itu dilakukan Wagub setelah menerima kunjungan Kementerian Perhubungan yang meminta PT. Vale Indonesia membuka bandar udaranya untuk umum. Permintaan itu telah dilayangkan melalui surat keputusan Kemenhub sejak 2013 lalu.

Keputusan kembali ditegaskan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja ke- Sulsel Selasa (20/12) pekan lalu. Menteri Budi meminta agar PT Vale membuka diri, setelah sekian lama tertutup.

“Kita tahu, memang itu dulunya bandara khusus. Tapi kita meminta melalui kepala daerahnya, untuk bisa membuka diri bagi umum. Sehingga ada pengembangan terjadwal. Jangan by order,” harap Menteri Budi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menegaskan, pihaknya sudah membahas itu bersama semua unsur terkait. Hasilnya, PT Vale selalu diminta untuk membuka penerbangannya, dan mereka juga selalu menjawab akan dibuka. Hanya saja, jelas Agus, penerbangan ke sana cukup mahal, lantaran pesawat yang terbang ke sana ukurannya kecil.

“Pesawat dengan kapasitas besar belum bisa masuk. Satu-satunya jalan, harus dilakukan perpanjangan landasan. Dan itu sebenarnya bisa, itu pun jika Vale mau mendengar,” sindir Agus.

Sejauh ini Pemprov Sulsel bahkan ternyata sudah meminta, agar gunung yang ada di ujung landasan dikeruk lebih dulu. Tetapi, sayangnya perusahaan tersebut tidak mengindahkan permintaan pemprov. “Jika dia serius tidak mau membuka. Izin penerbangan di provinsi kan dari Dinas Perhubungan Sulsel. Kalau dia main-main, tidak usah dikasi izin terbang ke sana pesawatnya,” tegas Agus.

Menanggapi masalah itu, Senior Manager Communication PT Vale Indonesia, Bayu Aji, menjelaskan, pihak Vale telah melakukan serangkaian pertemuan koordinasi untuk membahas hal-hal yang mesti dilakukan bersama Ditjen Perhubungan Udara dan Pemkab Luwu Timur. “Jadi, masih in progress,” singkatnya. (ear/R)