Kades Tutup Sekolah, Ini Yang Dilakukan Guru

Dunia pendidikan kembali berduka akibat perlakuan seorang Kepala Desa (Kades) yang egonya melangit hingga mengorbankan ratusan siswa.  

Suasana siswa saat sekolah mereka ditutup Kades Sengka, Buhari

GOWA – Sebuah kejadian menggegerkan warga satu desa, bahkan satu kecamatan di kabupaten Gowa. Pasalnya, seorang Kades di kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) yang seharusnya menjadi teladan rakyat dan anak-anaknya, justru menjadi monster yang menakutkan karena tak luluh oleh lidah.

Kalimat kasar hingga ancaman pengusiran dan ancaman anarkis terlontar dari mulut Kades Sengka, Buhari yang dikenal ‘ustas’ di kecamatan Bontonompo maupun Bonsel. “Siapapun yang datang mengusik terkait penutulan sekolah ini, akan saya usir dan parangi,” ujar Kades saat dimintai konfirmasinya di lokasi kejadian pagi tadi, Senin (6/11).

Kades Sengka, Buhari (kanan berkopiah dengan selendang kebesarannya sebagai ustas) disebuah acara

Warga, siswa maupun guru di sekolah agama di Likuboddong ini tak mampu bebuat banyak. Mereka bergerombol pulang, dan sebagian lagi duduk di teras rumah warga tak jauh dari sekolah.

Mereka (guru) duduk diam dengan tatapan kosong saat trialiefmedia mendekatinya. Mereka tidak ada yang berani angkat bicara, namun dari raut wajahnya nampak kekecewaan yang cukup mendalam atas perlakuan Kades.

Hingga sekarang, pihak berwenang dari Kemeterian Agama belum berhasil dimintai tanggapannya berkait insiden penutupan sekolah yang dilakukan kades.   (cw)