Kontraktor Gandeng Kejari ke Proyek Tanggul Galesong

GALESONG – Rencana aksi yang sedianya dilakukan Solidaritas Masyarakat Desa Tamasaju sore tadi tunda dengan kedatangan perwakilan kontraktor bersama pihak Kejari.

Kedatangan Kasi Intel Kejari, Akbar  di Desa Tamasaju untuj menjelaskan persoalan yang menjadi sorotan masyarakat terkait aktifitas galian pasir dibibir pantai untuk dijadikan material timbunan pada bagian dalam tanggul Break Water.

“Kedatangan kami ini pak desa, untuk meluruskan apa yang menjadi polemik pemberitaan media. Saya selaku anggota TP4D harus turun tangan, karena ini bisa berpotensi menghambat pekerjaan yang harusnya selsesai tepat waktu”, ungkap akbar.

Pasir yang diambil dari bibir pantai menurut Akbar, sebenarnya bekas galian pondasi yang dikembalikan kedalam. Sehingga anggapan bahwa kontraktor mengambil pasir sebagai material timbunan, itu keliru.

“Saya tegaskan, tidak ada aktifitas galian baru apalagi dikatakan penambangan pasir” ungkap akbr yang diterima langsung Kepala Desa Tamasaju H. Baso Salle.

Sementara perwakilan warga setempat, Nasrullah Sijaya minilai kalau alasan pengambilan pasir dari bibir pantai sebagai bekas galian, terkesan mengada-ada.    (malo)