Kunker Menkes di Tana Toraja Hingga Kunjungi Objek Wisata

MENKES AWALI LANGKAHNYA DI OBJEK WISATA KUBURAN /LIANG BATU SUAYA  
Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek selfi bersama Bupati Tana Toraja Ir. Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, SH beserta rombongan Menteri, Kepala Dinas Kesehatan dan Camat Sangalla’.

MAKALE – Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek ke Tana Toraja mengunjungi beberapa Objek Wisata, Kamis 21 September 2017. Rombongan Ibu Menteri Kesehatan didampingi Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, dan beberapa OPD lainnya.
Objek Wisata Kuburan/Liang Batu Suaya adalah yang pertama dikunjungi Ibu Menteri Kesehatan. Ibu Menkes ini saat melihat langsung Kuburan/Liang Batu Suaya di Lembang Kaero Kec. Sangalla’ dan di dampingi Bupati Tana Toraja Bersama Ibu dan Wakil Bupati Tana Toraja Bersama Ibu.
Kuburan/Liang Batu Suaya adalah tempat khusus untuk pemakaman  Puang Palodang (Gelaran Raja-Raja Sangalla) dan kerabatnya. Pemakaman tersebut digunakan sejak abad ke 16 yakni pada pemerintahan Puang Palodang sebagai Raja Sangalla yang I (pertama), yang mendiami Salassa’ (kraton) Tongkonan Layuk Kaero yang masih digunakan hingga saat ini termasuk terhadap keluarga Raja-Raja Sangalla yang sudah beragama samawi seperti Kristen dan Islam.
Sementara yang muslim dimakamkan dikaki/pelataran liang antara lain, Puang Hj. Lai’ Rinding, Puang Palayukan, Puang Muh. Amir Londong Allo. Puang Atto Sampetoding. Di Kuburan/Liang Batu Suaya ini Ibu Menteri Kesehatan tertarik melihatnya karena di tempat ini ada juga kerabat yang beragama Islam yang dikuburkan disini.
Menurut Camat Sangalla. D.K. Bangngapadang, kerabat yang beragama Islam ya tentunya menurut syariat Islam tidak dimungkinkan untuk dimasukkan ke liang, sehingga para kerabat dikubur disamping Liang Batu yang sesuai dengan syariat Islam. Objek Wisata Buntu Burake tempat Patung Yesus Kristus, juga di kunjungi Ibu Menteri Kesehatan.   (titus)
Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek Foto Bersama dengan Bupati tana Toraja Ir. Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, SH dan dan bebrapa Rombongan Menteri, Kepala Dinas Kesehatan dan Camat Sangalla’.  
Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek ke Tana Toraja mengunjungi beberapa Objek Wisata, Kamis 21 September 2017. Rombongan Ibu Menteri Kesehatan di dampingi oleh Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, dan beberapa OPD lainnya. Di Objek Wisata Kuburan/Liang Batu Suaya adalah yang pertama dikunjungi Ibu Menteri Kesehatan.

 

Ibu Menteri Kesehatan RI saat melihat langsung Kuburan/Liang Batu Suaya di Lembang Kaero Kec. Sangalla’ dan di dampingi Bupati Tana Toraja Bersama Ibu dan Wakil Bupati Tana Toraja Bersama Ibu. Kuburan/Liang Batu Suaya adalah tempat khusus untuk pemakaman Puang Palodang (Gelaran Raja-Raja Sangalla) dan kerabatx, pemakaman tersebut digunakan sejak abad ke 16 yakni pada pemerintahan Puang Palodang sebagai raja Sangalla yang I (pertama), yang mendiami Salassa’ (kraton) Tongkonan Layuk Kaero, dan masih digunakan hingga saat ini termasuk terhadap keluarga Raja-Raja Sangalla yg sudah beragama samawi seperti Kristen dan Islam. Sementara yang muslim dimakamkan dikaki/pelataran liang antara lain, Puang Hj. Lai’ Rinding, Puang Palayukan, Puang Muh. Amir Londong Allo. Puang Atto Sampetoding. Di Kuburan/Liang Batu Suaya ini Ibu Menteri Kesehatan tertarik melihatnya karena di tempat ini ada juga ketabat yg beragama Islam yang dikuburkan disini.
Ini Kuburan kerabat yg beragama Islam dilihat langsung oleh Ibu Menteri Kesehatan didampingi Wakil Bupati Tana Toraja. Namun menurut Camat Sangalla’ D.K. Bangngapadang mengatakan bahwa kerabat yg beragama Islam ya tentunya menurut syariat Islam tidak dimungkinkan untuk dimasukkan ke liang, sehingga para kerabat dikubur disamping Liang Batu yang sesuai dengan syariat Islam.
Objek Wisata Buntu Burake tempat Patung Yesus Kristus, juga di kunjungi Ibu Menteri Kesehatan.
Ibu Menteri saat di Acara Rambu Solo (Pesta orang Mati) Alm. Marthen Mande’ di Kec. Sangalla’ Sementara pesta Acara Rambu Solo (Pesta orang Mati) Alm. Marthen Mande’ yang tak jauh dari Objek Wisata Kuburan/Liang Batu Suaya, Ibu Menteri Kesehatan juga menyempatkan diri untuk singgah sebentar. Di Acara Rambu Solo (Pesta orang Mati) Alm. Marthen Mande’ ini ibu Menteri dalam sambutannya mengatakan turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Marten Mande, dan saya sangat terkesan kepada Bapak Almarhum yang mengurs anak-anak yang cukup banyak. Ibu Mkenteri berterima kasih kepada Pak Bupati Tana Toraja Ir. Nicodemus Biringkanae karena bapak mempunyai program Kesehatan (kita harus sehat), jangan biarkan rakyatku kelaparan dan jangan biarkan rakyatku sakit, dan tolong Pak Bupati tambahkan Pendidikan. Itulah yang menjadi program pak Bupati, Dan budaya yang ada di Toraja ini jangan sampai dilupakan atau ditinggalkan, kata Ibu Menteri Kesehatan mengingatkan.
Sementara di Tongkonan Lempangan Lampio Saluallo, Lembang Saluallo Kecamatan Sangalla’ Utara Ibu Menteri disambut dengan tari-tarian Pa’gellu’ yang menurut S. Ranteallo Camat Sangalla’ Utara bahwa Tari-Tarian Pa’gellu’ ini hanya di gunakan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan.
Bupati Tana Toraja Nicodemus Birirngkanae sedang menunjukkan lokasi yang kosong kepada Ibu Menteri Kesehatan yang mungkin masih bisa bangun untuk bangunan baru. Menurut ibu menteri bahwa Rumah Sakit Lakipadada memungkinkan untuk bangun baru tapi tentunya didukung oleh anggaran. Kalau anggaran ada ya kita bangun, tentu kita lihat dulu anggarannya. Karena RSUd Lakipada ini banayak menerima pasien luar (luar Toraja), seperti Kabupaten Enrekang, Toraja Utara dan Kabupaten Mamasa Sul-Bar.
Ibu Menteri Kesehatan di sambut langsung oleh Direktur RSUD Lakipadada bersama Karyawannya. Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan ke Tana Toraja ini meninjau langsung keadaan RSUD Lakipadada, baik itu Pasien maupun Fasilitas yang ada di dalamnya, dan di belakang Rumah sakit ibu menteri melihat langsung lokasi yang masih memungkinkan untuk bangunan baru. “Coba dihitung dengan baik, rencanakan dengan baik” kalau memungkinkan kita bangunan yang baru, kata dr. Nila F. Moeloek.