Mengenaskan… Nenek Tewas Tersabet Celurit Tetangganya

Naas dialami Siamah, seorang nenek berusia 60 tahun meregang nyawa terkena bacokan clurit tetangganya, Paijah (40). Perempuan tua asal desa Randuati, kecamatan Nguling, kabupaten Pasuruan ini meregang nyawa terkena sabetan celurit saat melindungi menantunya, Ulfiah (40) yang berkelahi dengan pelaku.
Peristiwa tragis ini bermula saat Paijah yang diduga geram karena dituduh memiliki ilmu hitam oleh suami Ulfiah, Sunali, mendatangi rumah korban. Membawa celurit, pelaku hendak membuat perhitungan dengan Sunali. Namun saat tiba di rumah Sunali, ia tak mendapati batang hidung pria tersebut dan hanya bertemu Ulfiah. Karena sudah dikuasai emosi, pelaku pun melabrak Ulfiah. Cekcok pun tak terhindarkan antara dua perempuan bertetangga ini.

Mendengar keributan di depan rumah, korban yang sebelumnya berada di ruang belakang keluar dan melerai pertengkaran. Namun perkelahian terus berlangsung dan naasnya, saat sabetan sabit hendak mengenai tubuh Ulfiah, korban melindungi menantunya tersebut dengan mendekapkan tubuhnya ke tubuh sang menantu. Sabetan celurit pelaku mengenainya.

Siamah meninggal dunia dalam kejadian itu, sementara Ulfiah menderita luka bacokan. Siamah dibawa ke kamar mayat RSUD dr R Soedarsono, Pasuruan. Sementara Ulfiah yang juga mengalami luka bacokan dibawa ke salah satu rumah sakit di Probolinggo. “Korban menderita luka di perut karena dibacok,” kata Muhimin, sanak keluarga korban..

Seperti dilansir detik.com, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui motif pertengkaran tersebut. “Kami sudah mengamankan pelaku. Saat ini masih dimintai keterangan dari saksi-saksi, termasuk motif pelaku,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Riyanto. (*/R)