In Memoriam KH Hasyim Muzadi

Jakarta – KH Hasyim Muzadi wafat pada Kamis 16 Maret 2017 sekitar pukul 06.00 WIB. Segenap kalangan kehilangan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini.

Hasyim Muzadi sebelumnya menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur karena diduga mengalami kelelahan. Setelah tiga hari menjalani perawatan, kondisi Hasyim Muzadi sempat pulih dan diminta beristirahat total. Hasyim Muzadi memilih menjalani istirahat total di kediamannya di kompleks Ponpes Al-Hikam, Jalan Cengger Ayam, Kota Malang.

Ketika terbaring sakit, Hasyim Muzadi sempat dijenguk oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu 15 Maret 2017. Jokowi memanjatkan doa untuk kesembuhan Hasyim Muzadi. “Ya kita semuanya berdoa beliau dapat segera diberi kesembuhan secepatnya. Semoga beliau diberikan kesembuhan secepatnya,” kata Jokowi usai menjenguk Hasyim.

Hasyim Muzadi yang lahir di Tuban, 8 Agustus 1944 ini menghembuskan nafas terakhirnya di usia ke-72 tahun di kediamannya kompleks Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur.

Hasyim Muzadi dikenal sebagai tokoh Islam Indonesia yang nasionalis dan pluralis. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU pada tahun 1999. Hasyim Muzadi juga mengasuh Pondok Pesantren Al Hikam di Malang, Jawa Timur.

Kiprah di bidang politik, Hasyim Muzadi pernah maju menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri pada Pemilihan Presiden tahun 2004. Saat mendampingi Megawati di Pilpres, Hasyim Muzadi menanggalkan jabatannya sebagai Ketum PBNU. Duet Megawati dan Hasyim Muzadi dikalahkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Hasyim Muzadi kemudian terpilih lagi menjadi Ketum PBNU periode tahun 2004 hingga 2009.

Jabatan terakhir yang disandang Hasyim Muzadi adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2015 hingga 2019. Hasyim Muzadi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Wantimpres pada 19 Januari 2015 lalu berdasarkan Keppres No. 6/P Tahun 2015 dan Keppres 8/P Tahun 2015.

Meski terbaring sakit, Hasyim Muzadi masih memikirkan kondisi bangsa dan umat. Ia pernah menyampaikan rasa prihatin atas pertentangan yang terjadi di masyarakat. Sebagai anggota Wantimpres, Hasyim Muzadi salah satunya sempat menyampaikan imbauan agar perdebatan tentang aktor politik penunggang demo 4 November 2016 disudahi. Hal ini dilakukan demi kesatuan dan persatuan NKRI.
Selamat Jalan, KH Hasyim Muzadi.
(aan/try)