Mobil Kepresidenan yang Anti Pelurupun Mogok

Jakarta – Siapa sangka mobil super canggih sekali pun bisa mogok. Bahkan mobil tersebut menjadi tunggangan seorang Presiden Joko Widodo.

Mobil kepresidenan Jokowi itu adalah Mercedes-Benz S600 guard. Kata ‘guard’ disematkan pada tipe tersebut karena memang dilengkapi fitur pelindung yang mumpuni yakni antipeluru.Mobil yang ditunggangi Jokowi diketahui mogok saat dipakai dalam kunjungan kerja di Kalimantan Barat. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin. Bey mengatakan, peristiwa mogok itu terjadi usai Presiden Jokowi meresmikan PLTG Mempawah, Kalimantan Barat, pada hari Sabtu, 18 Maret 2017 dan hendak menuju ke kawasan Kubu Raya untuk makan siang.

“Iya, mogok di perjalanan setelah menempuh perjalanan lebih kurang 30 menit. Mogok karena bermasalah pada setingan gas, sehingga laju kendaraan tidak bisa dalam keadaan normal,” kata Bey saat dikonfirmasi detikcom Senin (20/3/2017).

Presiden Joko Widodo Jokowi menyapa warga RT 13 RW 6 Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Rabu 292016.

Jokowi bersama Ibu Negara Iriana pun langsung dipindahkan ke mobil cadangan yakni Toyota Alphard. Proses perpindahan tidak lama setelah terlebih dahulu ajudan memeriksa mobil tersebut.

Rupanya ini bukan kali pertama mobil tersebut mogok. Sebelumnya saat Jokowi melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur pada tahun lalu mobil kepresidenan juga mogok.

Ketika itu Jokowi usai melakukan rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (19/9/2016). Jokowi kemudian hendak menuju Lanud Iswahyudi yang terletak di Kabupaten Magetan. Rupanya dalam perjalanan menuju lanud, mobil Jokowi mengalami kendala dan mogok.

Prosedur yang sama pun dilakukan, yakni memindahkan Jokowi dan Iriana ke mobil cadangan. Setelah itu tampak Paspampres menjaga ketat mobil itu dan ada seorang anggotanya yang mendorong lewat pintu depan kanan.

Meski merupakan mobil canggih, namun yang dipakai Jokowi saat ini merupakan ‘warisan’ dari periode sebelumnya. Presiden Jokowi tak menganggarkan untuk membeli mobil dinas baru pada awal pemerintahannya di tahun 2014.

Ada pun mobil yang sekarang dia pakai merupakan buatan tahun 2007. Menurut catatan detikcom, pengadaan mobil itu dilakukan pada tahun 2008.

“Itu mobil 2007, dan itu termasuk kondisi baik karena pemeliharaan rutin dan reguler sesuai dengan log book, dan itu terdata dan servis bulanan, servis berkala,” kata Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala saat dikonfirmasi terpisah.

Mobil tersebut dibawa dari Jakarta ke lokasi kunker. Namun memang mobil kepresidenan tak hanya satu saja.

“Mobil presiden itu ada beberapa, yang bagus kita pakai. Yang dulu-dulu kita pakai karena pemeliharaan rutin bagus,” kata Djumala.

Djumala menegaskan bahwa perawatan rutin terus dilakukan untuk mobil-mobil tersebut. Namun karena ‘faktor usia’ maka ada detail kecil yang kurang prima.

Dia juga menyatakan bahwa kerusakan yang dialami oleh sedan hitam itu tak fatal. Hanya saja ada masalah akselerasi yang membuat mobil tak berlari meski pedal gas sudah diinjak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla kemudian turut berkomentar soal mogoknya mobil kepresidenan ini. Menurut JK, seharusnya mobil kepresidenan lebih baik.

“Tentu harus ada mobil yang lebih baik lagi. Memang ini sudah 10 tahun,” ujar JK di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Menurut JK, mobil kepresidenan memang harus kuat mesinnya. Selain itu juga harus di-service dengan baik.

“Tentu pertama harus service-nya. Mobil kepresidenan itu pertama dia berat, harus kuat mesinnya. Kedua service-nya harus baik karena kilometernya tidak banyak. Jadi jalannya itu tidak banyak,” tutur JK.

Tentu saja ada pertimbangan tertentu mengapa mobil yang katanya terus dirawat secara berkala tersebut sudah beberapa kali mogok. detikcom pernah menulis spesifikasi mobil itu di tahun 2008.

Sekujur bodi dan kaca Mercy S600 Guard itu berlapis bahan antipeluru senapan serbu standar militer bahkan sanggup melindungi penumpangnya dari serangan granat tangan. Fasilitas keselamatan lain adalah fitur run-flat tyre yang memungkinkan mobil bermesin biturbo 12 silinder itu ngebut meninggalkan lokasi konflik dalam kondisi ban kempes. Tangki bahan bakarnya yang antipeluru juga punya sistem pemadaman api, sehingga dia mampu mencegah ledakan.

Mobil tersebut dibawa dari Jakarta ke lokasi kunker. Namun memang mobil kepresidenan tak hanya satu saja.

“Mobil presiden itu ada beberapa, yang bagus kita pakai. Yang dulu-dulu kita pakai karena pemeliharaan rutin bagus,” kata Djumala.

Djumala menegaskan bahwa perawatan rutin terus dilakukan untuk mobil-mobil tersebut. Namun karena ‘faktor usia’ maka ada detail kecil yang kurang prima.

Dia juga menyatakan bahwa kerusakan yang dialami oleh sedan hitam itu tak fatal. Hanya saja ada masalah akselerasi yang membuat mobil tak berlari meski pedal gas sudah diinjak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla kemudian turut berkomentar soal mogoknya mobil kepresidenan ini. Menurut JK, seharusnya mobil kepresidenan lebih baik.

“Tentu harus ada mobil yang lebih baik lagi. Memang ini sudah 10 tahun,” ujar JK di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Menurut JK, mobil kepresidenan memang harus kuat mesinnya. Selain itu juga harus di-service dengan baik.

“Tentu pertama harus service-nya. Mobil kepresidenan itu pertama dia berat, harus kuat mesinnya. Kedua service-nya harus baik karena kilometernya tidak banyak. Jadi jalannya itu tidak banyak,” tutur JK.

Tentu saja ada pertimbangan tertentu mengapa mobil yang katanya terus dirawat secara berkala tersebut sudah beberapa kali mogok. detikcom pernah menulis spesifikasi mobil itu di tahun 2008.

Sekujur bodi dan kaca Mercy S600 Guard itu berlapis bahan antipeluru senapan serbu standar militer bahkan sanggup melindungi penumpangnya dari serangan granat tangan. Fasilitas keselamatan lain adalah fitur run-flat tyre yang memungkinkan mobil bermesin biturbo 12 silinder itu ngebut meninggalkan lokasi konflik dalam kondisi ban kempes. Tangki bahan bakarnya yang antipeluru juga punya sistem pemadaman api, sehingga dia mampu mencegah ledakan.  (*)