Muluskan Anggaran, Legislator Diduga Terima Fee Proyek

Strategi disertai kecerdasan, anggota dewan mengakali anggaran dengan komitmen dapat-dapat (fee) dari proyek yang diloloskan. Mainan legislator dengan cukong proyek itulah hingga berakibat pada proses pengerjaan tak berkualitas.

MAKASSAR – “Namun sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga” Pribahasa ini sangat tepat mengena perlakuan legislator yang orientasi pemikirannya ‘untung’ dan mengesampingkan kebutuhan masyarakat yang diwakilinya.

Sebanyak 45 legislator DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) yang menerima fee dari cukong proyek mulai terkuak dan kini tengah didalami penyidik di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Dugaan adanya pemberian fee terhadap sejumlah legislator dari cukong proyek, terungkap berdasarkan adanya informasi yang diperoleh penyidik dari masyarakat. Setiap legislator diduga menerima fee 10 sampai 15 persen, dari total anggaran tiap proyek yang dikerjakan.

Pemberian Fee tersebut diberikan untuk memuluskan agar proyek yang dianggarkan dan diusulkan dalam APBD agar bisa dikerjakan oleh cukong proyek.

“Informasi serta temuan inilah yang masih sementara kita dalami,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin.

Selain menelusuri legislator yang menerima fee tersebut, Salahuddin menuturkan bila penyidik juga kini tengah mendalami siapa saja oknum pemberi atau cukong yang memberikan fee.  “Pasti semua fakta penerima dan pemberi fee itu, akan terungkap. Serta siapa-siapa saja otak dibalik itu semua,” ungkapnya.

Salahuddin tidak menampik bila semua saksi, baik itu yang sudah diperiksa maupun yang akan diperiksa, semuanya bisa berpotensi untuk dijadikan tersangka dalam kasus ini. “Dokumen-dokumen yang disita waktu penggeledahan, sementara kita pelajari. Nanti hasilnya akan disimpulkan dan dijadikan barang bukti untuk menemukan tersangka dalam kasus ini,” tandasnya.    (ar/cw/r)