Mutasi Pra dan Pasca Pilkada di Takalar ” 11 – 13 “

TAKALAR – Harapan ada perubahan signifikan pada pemenang Pilkada dengan lantunan janji yang dituangkan dalam program 22 (P22),hingga perjalanan pemerintahan SKHD 6 bulan, masih belum mendekati panggang ke apinya. Proses mutasi yang dilakukan Bupati Burhanuddin Baharuddin pra Pilkada waktu itu dikumandangkan ‘Ero-ero’, faktanya sama dipemerintahan hari ini. Bahkan masyarakat menilainya ‘kejam’ dengan perbandingan angka ’11 – 13″.

Kenapa, informasi dari sumber yang jelas dari Galesong (masih menyembunyikan identitasnya red.) menyebutkan, dirinya sangat menyayangkan proses mutasi yang digelar belum lama ini di Gedung Islamic Centre.

Jelas dia, Pemerintah Kabupaten (Bupati) telah membangun pondasi pencitraan yang buruk karena ada beberapa ASN yang di sumpah tapi tidak jelas tempatnya karena ada yang gantikan posisinya.

Kejamnya dimutasi ini lanjut sumber, ASN yang sudah meninggal, pensiun hingga yang sudah pindah ke daerah lain (Kabupaten Maros red.) jauh sebelum mutasi digelar juga ikutan di mutasi. Lalu dasar apa Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) termasuk Baperjakat melakukan mutasi dan mengatakan sudah sesuai prosedur..?

Hal lainnya, ada beberapa guru yang diangkat menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) yang belum menyandang status Sarjana Lengkap (S1) sebagai salah satu alas pertimbangannya.

Sementara Kepala BKDD, Rusdi Sanneng yang berusaha dihubungi via ponselnya pagi tadi tidak berhasil. Ponselnya aktif, tapi tidak menerima telefon. (cw)