‘Nikah Siri’ Marak di Kota Pare-Pare…..?

Merajut bahtera rumah tangga dalam kontes ‘Nikah Siri’ bukan suatu larangan, hanya hak pasangan ini tidak terakomodir hokum ketika ada masalah ‘KDRT’. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang hanya didasari nikah siri kerap terjadi di Kota Pare-Pare karena mudahnya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak(PPA)Satreskrim Polres Parepare, Bripka Dewi Natalia Noya mengungkap,

dari kasus KDRT yang ditanganinya rata-rata pasangan nikah siri. Karena tidak memiliki buku nikah, terpaksa kasusnya dilarikan ke penganiayaan biasa. “Kebanyakan yang berkasus adalah warga tetangga yang menikah di Kota Parepare,” kata Dewi Natalia.

Menyikapi kondisi, Dewi meminta kepada para Imam Masjid yang ada di Parepare agar tidak sembarangan menikahkan pasangan secara siri, terlebih kepada pasangan dari luar Kota Parepare. Karena Paradigma orang diluar, sangat mudah menikah siri di Parepare.

Perlu diketahui khususnya bagi pasangan perempuan, kalau dalam perjalanan rumah tangga, mereka yang menjalani nikah siri beberapa haknya dimata hukum tidak terakomodir.

Atas kasus tersebut, kata Dewi, penyidik PPA Satreskrim Polres Parepare mengaku cukup kesulitan menjerat pelaku yang terlibat dalam kasus KDRT. Itu terungkap pada  diskusi yang digelar dengan Yayasan Lembaga Pengkajian Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat (LP2EM).         (ar/R)