Pansel Lejab ; Prosesn JPTP ‘Lejab’ Sudah Prosedural

 

Panitia seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (Pansel JPTP) kabupaten Takalar bekerja maksimal sesuai prosedur yang diperintahkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017. Secara keseluruhan peserta lelang jabatan (Lejab) yang lulus tiga besar sudah sesuai aturan mainnya karena tidak ada temuan Inspektorat.

Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD), Rusdi Sennang

TAKALAR – Ketua Sekertariat Pansel BKD, Hedriani Hanafi menjelaskan, awal dari proses lelang jabatan, pansel JPTP melakukan konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) perihal permohonan lejab. Di awal perjalanan ini, KASN memberikan ruang dengan mengacu pada peraturan pemerintah (PP) Nomor 100 dengan persaratan bagi peserta lejab harus disertkfikat klat kepemimpinan tingkat 3 dan menduduki eselon IIIA sebanyak 2 kali dan menduduki eselon 3.

Namun diperjalanan pelaksanaan, PP 100 digugurkan dan menggunakan PP Noor 11 tahun 2017. Diperjalanan inilah di beri izin kalau semua eselon 3 yang menduduki jabatan minimal 2 tahun bisa ikut menjadi peserta lejab. “Jadi semua yang ikut seleksi sudah memenuhi sarat administrasi,” jelasnya.

Lalu diperjalanan berikutnya lanjutnya, masuk selmbar surat pengunduran diri pejabat Dinas Pendidikan hingga nama Darwis Ewa ada terdaftar sebagai peserta. “Awalnya memang tidak memenuhi kuota,” urai Hedriani.

Putri mantan Kadis Pertanian Takalar Hanafi Maddo ini mengemukakan kalau kelanjutan dari proses lejab  setelah keluar izin perpanjangan dari KASN dengan ketentuan atau dipersaratkan satu orang peserta bisa memilih dua jabatan. “Belakangan ada soal terkait proses, kami di Pansel sudah menjalankan sesuai aturan berdasar rekomendasi yang dikeluarkan Inspektorat kalau peserta lejab bebas temuan,” pungkasnya.  (R)