“Parkir Rumkit Dipaksakan” Konflik Horizontal Bakal Terjadi

TAKALAR – Polemik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Padjonga Dg Ngalle yang menjadi corong perebutan kepentingan terus bergulir tanpa adanya tawaran solusi dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Bagaimana tidak, pihak pemerintah melalui Sekertaris Daerah (Sekda) memerintahhkan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk melakukan penutupan paksa yang direncanakan hari ini, Senin (5/3).

“Bukan perintah langsung Bupati, tetapi diperintahkan kepada Dinas Perhubungan selaku OPD yang mengelola retribusi parkir. Jadi bukan atas perintah Bupati, tetapi memberikan kepada tupoksinya untuk melakukan tindakan penutupan,” kata Sekda yang dihubungi via ponselnya.

Dilain pihak, kesiapan pengelola parkir bersama komunitasnya mengaku tidak akan tinggal diam jika pihak pemerintah mau melakukan penutupan paksa.

Seperti diberitakan berulang kali, pihak pengelola mempertahankan haknya dengan pegangan MoU yang dilegitimasi Pemkab melalui Direktur Rumkit yang berakhir Desember 2018 mendatang.

“Kalau Pemerintah memperlakukan kami dengan kasar, maka kamipun bersama warga lainnya tidak akan tinggal diam. Silahkan berbuat, kamipun akan menyelesaikannya dengan cara kami sendiri,” tegas Dg Ta’le sebagai bagian dari pengelola parkir Rumkit.

Pastinya kata dia, kalau dipaksakan besar kemungkinannya terjadi konflik yang sesungguhnya kami tidak harapkan. “Hidup kami terganggu, pasti kami melawan apapun resikonya,” tandasnya.   (cw)