PCC Beredar Cepat, Ini Ancaman yang Harus Diseriusi

MAKASSAR – Tahun ini, sebuah barang berupa obat jenis PCC sangat mengejutkan karena kehadirnya meskipun baru, peredarannya luar biasa cepatnya hingga menjadi ancaman serius generasi Indonesia. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, yang menyampaikan orasi ilmiah dalam Forum Konsepsi Pemuda Melawan Narkoba belum lama ini di Tribun Lapangan Karebosi.

Hampir 6 juta jiwa di Indonesia terindikasi dalam penyalahgunaan narkoba dan jenis obat terlarang lainnya.

“Data peredaran narkoba di Indonesia untuk jenis sabu sebesar 250 ton dari China. 1,2 juta ton jenis pil Ekstasi dari Belanda dan di tahun 2017 jenis obat baru yang masuk di Indonesia berjenis PCC sebanyak 12 ton melalui Kepulauan Riau,” ungkap Komjen Pol Budi Waseso.

Kegiatan yang digelar jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 itu, pemuda Makassar menyerukan perang terhadap narkoba. Pemuda Makassar yang berhimpun dalam Forum Konsepsi Pemuda Melawan Narkoba menyatakan komitmennya menolak penggunaan dan peredaran narkoba di Makassar, Sulawesi Selatan dan Indonesia.

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengajak seluruh pemuda Makassar berkerjasama dengan BNN dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba yang diawali dari lingkungan terdekat seperti keluarga, kemudian meluas ke lingkungan pergaulan dan masyarakat.

Dia juga mengingatkan, perang terhadap narkoba membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari berbagai tingkatan masyarakat. “Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, tumbuhkan rasa peduli, jangan bersikap apatis. Segera laporkan ke pihak berwajib. RT dan RW juga harus lebih sensitif terhadap gejala sosial yang muncul di lingkungan sekitarnya,” pungkas Danny.  (ar/cep/cw)