Penerima Rastra Warga Miskin di Coret, Itu Kewenangan Pusat

SINJAI – Harapan memenuhi kebutuhan hidup selama Ramadan melalui bantuan pemerintah pupus sudah. Jatah beras sejahtera (Rastra) warga miskin, Hafsah (65) warga Lingkungan Langguli, Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur hanya bisa pasrah setelah dirinya berada di Kantor Lurah.

Bagaimana tidak, namanya kini tidak lagi tercatat sebagai penerima setelah pemerintah menghapus datanya dari daftar penerima rastra. Padahal statusnya sebagai janda selama 20 tahun yang kini hidup tanpa penghasilan apa-apa sangat membutuhkan bantuan Pemerintah.

“Saya baru tahu jika nama dicoret dari daftar penerima setelah di kantor lurah, saat itu ingin menebus beras miskin yang mau saya pakai untuk kebutuhan selama bulan ramadan. Namun ternyata nama saya sudah tidak terdaftar lagi, baru tahun ini dicoret yang sebelumnya saya dapat ji,” ungkap Hafsah.

Lurah Samataring, Hasbullah yang dihubungi mengaku tidak tahu terkait hal itu. “Datang saja disini saya tunjukkan karna memang namanya tidak ada dalam daftar, saya tidak tau siapa yang mendata,” kata Hasbullah.

Semua data yang ada tegas Lurah, bukan kewenngan pemerintah kelurahan, tetapi kewenangan pemerintah ousat. “Pusat yang menentukan itu kita pergi saja disini kalau tidak percaya karna memang datanya sudah tidak ada, bukan kita yang tentukan itu,” kilahnya.

Sekda, H. Taiyeb A Mappesere mengatakan, saat ini Pemkab Sinjai terus melakukan usaha dan protes tentang data penerima rastra yang saat ini ada masalah di Sinjai.

Ditegaskan Sekda, apabila ada penerima Rastra tahun ini yang tercoret, maka itu merupakan hasil pendataan dari bawah (Desa dan kelurahan) yang tidak akurat. (ear/R)