Penggunaan ADD – DADesa Topejawa Tidak Transparan

Kades Topejawa, kecamatan Marbo, H. Nurdin Sutte

Pengelolaan keuangan dana desa (ADD-DAD) setahun terakhir menjadi perbincangan dihampir semua tingkatan masyarakat. Pasalnya, prosesi penggunaan dana desa yang diperuntukkan membangun kesejahteraan masyarakat sangat tidak transparan padahal sudah ada himbauan tertulis dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti di desa Topejawa, kecamatan Mangarabombang (Marbo).

MARBO – Sejak digulirkannya ADD – DADesa, pengendali kebijakan desa setempat H. Nurdi Sutte belum diketahui pasti apa yang sudah dilakukannya berkait dengan pengelolaan dana desa karena tidak pernah memasang papan baca (transparansi).

Informasi warga setempat mengatakan, Kades tidak membuka ruang partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan hingga pemanfaatan keuangan desa termasuk dana desanya.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), Rahman Suandi Dg Guling mengatakan, ketidak-transparannya penggunaan ADD – DADesa Topejawa karena tidak memasang atau menempel realisasi penggunaan anggarannya. “Saya tidak bisa mengatakan transparan ataupun tidak transparan, tapi faktanya tidak terpasang papan penggunaan anggaran seperti dilakukan desa lainnya,” terangnya.  (R)