Pengrajin Tenun Tradisional Toraja Ikut di Festival

MAKALE – Pengrajin tenun tradisional Tana Toraja khususnya warga kecamatan Simbuang atau wilayah paling pinggir di kabupaten Tana Toraja tak mau tertinggal jauh dari kegiatan yang dilaksanakan Pemkab seperti festival kuliner. Warga perbatasan Sulawesi Barat (Sulbar)  menyempatkan datang jauh-jauh untuk mengikuti festival dengan produk  Tannunnya.
Lusiana Misi, Salah seorang warga pengrajin mengaku tertarik untuk ikut serta meramaikan festival dengan sarung tenunnya. Dia menjelaskan tentang cara mengerjakan tantnun Toraja (sarung Barumbun). Kata dia, untuk mengerjakan satu sarung memakan waktu kurang lebih dua minggu .
Harga jual produk sarungnya yang ditenun secara manual (tradisional) ini biasanya kalau di kampung harga jualnya  Rp400 perlembar. “Siapa tahu di festival, harganya terangkat naik,” ujar Lusi yang ditemui dikediamannya di Tammuan Mali, kelurahan Bombongan.   (andarias/titus/r)