Perusda Tidak Inovatif, Yang Ada Saja di Sabet

TAKALAR – Tak pernah terbayangkan kalau kehadiran dan keberadaan Perusahaan Daerah (Perusda) akan beraksi diluar dari kontes pemikiran orang cerdas.

Harusnya menjadi penggerak ekonomi dengan ide cemerlangnya ke sebuah perubahan, tapi fakta aksinya menurunkan martabatnya dengan rencana kerjanya yang fokus pada lapangan kerja yang ada dan sudah berkontribusi PAD seperti Parkir Rumah Sakit H. Padjonga Dg Ngalle misalnya.

Perusda yang merasa dirinya bagian dari sebuah kekuasaan mencoba mengobok hingga memaksaan kehendaknya untuk mengambil-alih pengelolaan parkir tanpa melihat posisi dan kekuatan yang dimiliki pengelola, Muh. Said Abdullah Dg Siriwa.

“Saya baru bisa lepaskan parkir Rumkit setelah masa perpanjangan MoU berakhir bulan Desember 2018 tahun ini,” tegas Dg Siriwa.

Dijelaskan, Investasinya ditanam sejak pemerintahan Bupati Ibrahim Rewa dan dilanjutkan kontraknya dipemerintahan Bupati Burhanuddin Baharuddin hingga berakhir Desember mendatang.

“Saya berinvestasi murni tanpa memungut sepeserpun biaya dari pemerintah daerah. Masa setelah sukses dan berjalan baik tiba-tiba Perusda mau mengambil alih sebelum berakhir MoUnya,” sinisnya.

Apapun yang terjadi kalau Perusda nekad, maka dipastikan pihak kamipun akan nekad  mempertahankan yang sudah mnjadi hak kami hingga Desember 2018.

Apa yang dilakukan Perusda terhadap parkiran di rumkit, ini bukti ketidakmampuan mencetak lapangan PAD. Artinya, Perusda tidak i ovatif untuk menciptakan lapangan ataupun kantong ekonomi baru…. kasihan.   (cw)