Petani Bawang Merah Mengeluh, Harga Bibit Melangit

Petani Bawang Merah, di Kecamatan Malua dan Baraka keluhkan harga jual hasil panennya yang hanya dikisaran Rp 12 ribu – Rp15 ribu per kilogramnya, sementara harga bibit melambung sampai mencapai harga Rp. 35 Ribu per kg.

ENREKANG – Keluhan petani bawang merah umumnya dirasakan oleh petani yang ada di Duri Kompleks, Kabupaten Enrekang. Keluhan mereka serupa yakni harga jual tidak berbanding lurus dengan harga bibit.

“Betul saya sudah panen, tapi rugi lantaran harga bawang sekarang yang termahal sampai Rp 15 ribuji satu kilo, sedangkan bibitnya 40 ribu satu kg, belumpi keluar biaya produksinya, pratanam hingga panen semuanya harus dibayar,” keluh petani, Pulung di Pasar Enrekang.
Dibeberkan Pulung rinciannya, dalam 100 kgnya pada tataran normal, bisa menghasilkan satu ton dengan rincian kecilnya Rp. 1 kg, hasil panen = Rp. 15 ribu sementara harga bibit =Rp. 35.000, 1 kg bibit menghasilkan 10 kg bawang, jadi harga bibit 1 kg. yang dapat menghasilkan 10 kg, = Rp. 150.000 -Rp. 35 = sisa 1.035, belum termasuk biaya produksinya hasilnya selama hampir 3 bulan lamanya.
“Memang kalau dihitung hanya sampai di biaya bibit saja, pastimi sangat untung, tapi biaya produksi sebelum tanan sampai pada di panen dan dijual jauh lebih besar lagi, itu selama hampir 3 bulan di biayai terus pak,”tambah pulung.
Lain lagi dengan Jamal, Petani Bawang asal Desa Kolai, Kecamatan Malua, yang juga mengalami hal yang sama justru tidak mempermasaalahkan harga bibit, namun dirinya hanya  berpikiran sebaliknya.”Yah namanya Petani kadang untung, kadang juga merugi, apalagi petani bawang, tapi kalau harga bawang naik, weh, bisa natutupi itu kerugianta selama ini”.ucap Jamal.
Musim tanam tahun ini atau bulan September dikatakannya sebagai bulan keberuntungan yang istilah orang duri dikatakan “tahun cemba”, para petani bawang merah bagi yang sudah mulai menanam. “Musim tanam bulan 9 ini kami akan menanam sebanyak 3 kwintal, seperti tahun sebelumnya bulan ini dikenal dengan taun Cemba, (Tahun keberuntungan, red), kadang biaya produksinya tidak terlalu besar dan hasil jualnyanpun lumayan,”   tutup Jamal.  (zaini).