Pilrek Unhas, Incamben Dwia Ditantang Dosen UNJ

Pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2018-2022 sementara dalam tahapan penjaringan. Panitia mencatat, sudah ada 40 balon yang mengambil formulir, tapi baru incumbent Dwia Aries Tina Pulubuhu yang dinyatakan syarat administrasi. Dari 40 yang mengambil formulir, baru dua balon yang resmi yakni incumbent, Dwia Aries Tina Pulubuhu dan satunya Kepala Lab Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ),  Nursengky Ibrahim.

Dwia Aries Tina Pulubuhu

MAKASSARDosen Lulusan S3 Universitas Muslim Asia Afrika, Nursengky Ibrahim ini berkeinginan menjadikan Unhas sebagai rujukan internasional. “Saya mendaftar calon rektor Unhas untuk membangun pintu Timur. Apalagi Unhas saat ini baromoeter Indonesia Timur. Artinya, Unhas menjadi skala internasional ke depannya,” ucapnya.

Terkait kelengkapan berkasnya, lulusan S3 Teknologi Pendidikan UNJ ini, berjanji segera melengkapi sesuai syarat yang ditetapkan panitia. “Nanti akan saya lengkapi. Yang penting sudah ada nama, soal berkas itu biasa dalam kompetisi,” urainya.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (P2R) Unhas, Profesor Nasir Nessa menyampaikan, Nurzengky Ibrahim sudah mendaftar, namun berkasnya belum lengkap. Berbeda dengan incumbent Dwi Aries Tina yang sudah lengkap sesuai syarat yang ditetapkan panitia. “Yang memenuhi syarat baru Prof Dwia,” katanya.

Pendaftaran juga masih terbuka sampai tanggal 20 Oktober 2017. Namun, sesuai peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) tentang Pemilihan Rektor unhas, jumlah pendaftar minimal empat orang. Jika sampai tanggal 20 Oktober belum cukup, maka pendaftaran akan diperpanjang lagi selama 15 hari kerja. “Empat sudah cukup untuk dikirim ke senat, nanti senat yang memilih tiga untuk dikembalikan ke MWA,” bebernya.

Panitia juga telah mengidentifikasi 96 dosen di internal Unhas yang dinilai memenuhi syarat menjadi bakal calon rektor. Mereka sudah dikirimi undangan untuk mendaftar. Panitia juga mengaku berkomunikasi langsung dengan para dosen internal untuk mendorong mereka mendaftarkan diri.

Ketua MWA, Profesor Basri Hasanuddin menjelaskan, tahapan pendaftaran ini merupakan tahap awal pemilihan rektor, masih ada proses verifikasi berkas, pemeriksaan kesehatan bakal calon, dan yang terpenting pemilihan di tingkat MWA. “Yang menentukan dalam pemilihan ini adalah MWA. Di sana ada 19 orang anggota, salah satunya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,” bebernya.  (hms/ar/cw))