Polres di Desak Usut Dugaan Penyerobotan Lahan Trans Tanakeke

Dugaan adanya penyerobotan lahan Transmigrasi di Pulau Tanakeke, desa Maccini Baji,  kecamatan Mappakasunggu (Mapsu) cukup resahkan warga setempat khususnya penghuni trans. Terkait itu, LSMRiset dan Kajian Publik (REKAP) menesak Polres Takalar untuk segera memanggil dan memeriksa terduga ‘DS’.

Direktur LSM REKAP, Zainuddin Nakku. DL

TAKALAR – Dugaan kasus penyerobotan lahan transmigrasi di
desa Maccini Baji, kecamatan Mappakasunggu, kabupaten Takalar yang duga pelakunya berinisial ‘DS’ cukup meresahkan warga lokal maupun warga
transmigrasi asal Solo.

Informasi warga setempat, Dg Ngerang menyampaikan, perlakuan serobot lahan trans inisudah berlangsung sejak setahun lebih. Bahkan dari 25 kepala
keluarga (KK) asal Jawa tidak mampu bertahan karena gangguan dan ulah oknum. “Dari 25 KK, yang bertahan sisa 5 KK. 20 KK lainnya terpaksa pulang kampung karena tak tahan terus diganggu,” cerita Dg Ngerang.

Kata Daeng Ngerang, dirinya saja warga lokal tak mampu bertahan lama melihat sikap oknum yang tahunya mengklaim dan mengganggu ketentraman dan aktivitas warga Trans. Jika tidak secepatnya ditangani pihak terkait khususnya kepolisian, tidak menutup kemungkinan hal tidak diinginkan bisa terjadi. Apalagi memasuki bulan Oktober lusa, sudah masuk musim tanam.

Terpisah, LSM REKAP, Zainuddin Nakku. DL yang juga putra Tanakeke mendesak Polres Takalar untuk segera mengambil tindakan sebelum ada konfik.

Menurut Zainuddin, kasus dugaan penyerobotan lahan transmigrasi di pulau tanakeke sudah pernah ditangani kepolisian Polsek Mapsu, namun sampai hari ini belum ada tindakan atau penangan serius. “Kami dari LSM REKAP mendesak Polres Takalar untuk mengusutnya,” pungkasnya.  (cw)