Penolakan tersebut merupakan bagian dari proses ketidak-puasan tergugat (HB) yang beranggapan kalau status tersangkanya dia anggap cacat hukum hingga mempraperadilankannya. Namun hasilnya, sangat mengecewakan karena ditolak.

“Pastinya, hukuman untuk Bupati HB menanti dan sudah diambang batas,” ujar pengunjung di warkop dalam dialog lepas.

Sseperti ramai dibeitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menetapkan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin sebagai tersangka kasus korupsi penjualan lahan di Desa Laikang yang merugikan negara yang mencapai angka Rp 17,3 miliar.   (le/cw)