Produksi Garam Takalar ‘Cap Kepiting’ di Sita Polres Enrekang

Produksi garam di Takalar ternyata tak layak konsumsi, tapi pruntukannya untuk pertanian hingga harus berurusan dengan kepolisian di kabupaten Enrekang.

ENREKANG – Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji, menjelaskan terungkapnya kasus perdagangan garam tanpa baryodium yang selama ini diketahui beredar di pasar  Enrekang dan sudah berlangsung lama ternyata berasal dari Kabupaten Takalar. “Garam tersebut adalah garam pertanian, bukan garam konsumsi seperti yang dianjurkan oleh Pemerintah”.jelas Ibrahim Aji.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kalau garam tersebut diperoleh dari salah satu petani tambak berinisial Z di desa Cikoang, Kecamatan Mangngarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar.

“Pelakunya untuk sementara kita baru tetapkan 1 orang sebagai tersangka yakni pemasok garam,YK beserta 9 ton garam tak beryodium siap edar, serta 1 mobil truk merk Toyota dyna dengan nopol DD 8795 F, diamankan sebagai barang bukti,” urai Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Haris Nicolaus.

Ditambahkan bahwa dari pengakuan pelaku perdagangan jual beli garam, tersebut  diakui sejak tahun 2015.

Menurut Haris, pemasok Garam tanpa yodium tersebut murni tindakan Pidana pemalsuan data, karena kemasannya yang menggunakan plastik  sablon bertuliskan garam sehat beryodium, mengandung KJ03 kurang lebih 30-80 PPM, ternyata setelah di deteksi oleh dinas kesehatan hasilnya 0 kandungan zat yodiumnya.

Kemasan tersebut jelas adalah produksi dari pengusaha garam dari Kabupaten Takalar dengan merek “Cap Kepiting”.  diproduksi oleh KLP Andi Jaya Lestari Cikoang, Takalar.

Tersangka terancam pidana 5 tahun penjara karena telah melanggar Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan undang-undang RI Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.  (Zaini).