Proyek Tanggul Tamasaju Ingatkan ‘Break Water di Lamangkia’

Prosesi pekerjaan proyek pembangunan tanggul penahan ombak di desa Tamasaju, kecamatan Galesong Utara (Galut) mengingtkan kembali pada pekerjaan Break Water di Pantai Wisata Lamangkia, desa Topejawa, kecamatan Mangarabombang (Marbo) beberapa tahun silam.

TAKALAR – Masa itu, proyek serupa di Tamasaju “penahan ombak” juga dikerjakan di pantai wisata Lamangkia, dimana rekanan pemenang melakukan aktifitas pengambilan pasir di lokasi proyek. Hanya bentuk pekerjaannya yang berbeda, karena di Tamasaju membangun tanggul sedang di Lamangkia waktu itu menggunakan karung yang diisi pasir pantai setempat.
Pelaksana kegiatan proyekpun di proses hukum karena dianggap merusak lingkungan yang berdampak terjadinya abrasi pantai. Alhasil, para pelakupun di sanksi hukum. “Mungkinkah soal yang sama akan menghasilkan jawaban yang sama?” Wallahualam.
Pastinya, sudah ada jawaban awal dari penegak hukum yang notabene adalah TP4D, Muh. Akbar yang juga Kasie Intel Kejari Takalar. “Proses pekerjaan di Tamasaju sudah sesuai yang dipersyaratkan kontrak,” katanya.
Namun dipihak lain, warga setempat menganggap dirinya dirugikan karena selain adanya pengerukan pasir di bibir pantai, juga volume pekerjaan mengambil sebagian haknya atau lahannya.  (cw)