Rekomendasikan 2 Siswa, Bupati Takalar Labrak Permen No 17

GALESONG – Indikasi adanya ketidak transparansi Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Galesong Utara seperti yang di ungkapkan oleh ketua Tim Delegasi Forum Pemerhati Pendidikan Kecamatan Galesong Utara yang sekaligus ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Tamasaju, Salahuddin Hamdat bahwa sistim PPDB tersebut terkesan di paksakan lantaran adanya anak dari anggota DPRD kab. Takalar dari partai PKPI, H. Adam Hamzah yang di luluskan melalui jalur domisili padahal sudah jelas tidak bersyarat karena dia memaksakan untuk menumpan di Kartu Keluarga Dg Kio yang berdomisili di dusun Sawakung Desa Tamasaju Kec. Galut, namun sangat di sayangkan karena Kartu Keluarga yang di gunakan mendaftar adalah terbitan 9 Januari 2017 padahal kalau kita merujuk ke Permen nomor 17 Kartu Keluarga yang bisa di gunakan untuk mendaftar dengan pendaftaran sistim online adalah sekurang kurang 6 bulan sebelum pendaftaran dimulai atau terbitan bulan januari 2017 terangnya.
Berkaitan dengan hal tersebut Bupati Takalar, H. Burhanuddin Baharuddin juga disinyalir melabrak Permen nomor 17 pasalnya Bupati Takalar merekomendasikan dua siswa melalui jalur Kemitraan padahal berdasarkan Permen nomor 17 sudah jelas bahwa Bupati hanya di berikan 1 orang jata rekomendasi, jadi indikasi ungsur keterpaksaan semakin jelas oleh karena itu Kepsek dan panitia PPDB SMA Negeri 1 Galut harus mempertanggung jawabkan adanya kongkali kong di sekolah ini senin, 17/7.
Ketua PPDB SMA Negeri 1 Galut, Kaisal Yusna saat dimintai penjelasan dari Forum Pemerhati Pendidikan Kec. Galut menjelaskan bahwa kalau jalur Kemitraan mempunyai kuota hanya 6 orang dan dari awal pendaftaran . Bupati Takalar merekomendasikan hanya 1 orang kemudian di menit akan ditutupnya pendaftaran menyusul lagi rekomendasi Bupati Takalar yang kedua jadi kami koordinasi dengan Kepsek untuk di pertimbangkan karena jalur kemitraan yang masuk 3 orang sedangkan jumlah kuota ada 6 makanya kami terima saja.
Kepala SMA Negeri 1 Galut, H. Zaenal Abidin membenarkan bahwa Bupari Takalar merekomendasikan 2 siswa kerena kami berpikir hanya 3 orang siswa yang mengisi jalur Kemitraan karena menurut kami jalur kemitraan tidak memenuhi standar kuota yang ada makanya kami terima saja terangnya.
Berdasarkan  rekaman Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo Bahwa kalau kita mengacu ke Permen nomor 17 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistim online khusus jalur Kemitraan Bupati hanya memiliki 1 orang jata (rekomendasi) tidak bisa lebih dari 1 rekomendasi.   (malo)