Rumahnya Runtuh, Kakek Bersama Cucunya Tertimbun

Saat peristiwa terjadi, mereka sedang terlelap.

Pasangan kakek nenek, Tusiran (60) dan Kamsinah (55), serta cucunya Viena Iklima Putri (5), tertimpa reruntuhan bangunan, Sabtu ( 3/12) dinihari. Warga Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun itu tertimpa material bangunan, menyusul ambruknya bangunan rumah tua tempat mereka tinggal. Saat peristiwa terjadi, mereka sedang terlelap.

Kalimah, tetangga dekat korban baru mengetahui kejadian itu saat hendak menunaikan shalat tahajud. Ia mengaku mendengar suara keras seperti bangunan ambruk. “Saya mau melaksanakan shalat malam, tiba-tiba ada suara ambruk. Sangat keras sekali suaranya,” kata Kalimah ditemui di lokasi kejadian, pagi tadi.

Setelah mendengar suara keras itu, Kalimah lalu mencari asal suara yang bersumber dari samping rumahnya. Dia pun mendapati rumah tetangga yang hanya berjarak sekitar satu meter dari rumahnya ambruk. Saat itu pula ia melihat pasangan kakek nenek dan satu cucunya itu terkubur reruntuhan batu bata dan kayu-kayu penyangga atap rumah.

“Sebelum melihat ketiganya, saya mendengar seseorang melafalkan kalimat toyibah La Ilahaillah Allah dari tumpukan bangunan yang ambruk,” kata Kalimah.

Melihat pasangan kakek nenek dan satu cucunya terkubur, Kalimah pun berteriak. Ia meminta pertolongan kepada warga sekitar membantu mengeluarkan pasutri lansia dan cucunya. Sesaat kemudian, warga setempat berhasil mengeluarkan tiga dari tumpukan reruntuhan bangunan dengan selamat.

Tusiran (60), mengalami luka ringan di kepala, sementara istrinya Kamsinah (55) mendapat tujuh jahitan di kepala. Sedangkan, cucunya Viena Iklima Putri (5) pingsan saat dievakuasi. “Cucu pasutri lansia kembali siuman saat tiba di rumah sakit,” kata Kalimah.

Seperti dilansir kompas.com, Sutrisno kerabat keluarga korban menduga penyebab rumah ambruk karena konstruksi bangunan sudah termakan usia. Tak hanya itu, pondasi rumah juga sudah terkikis akibat air hujan.

Slamet Daroini, anak korban mengaku, ketika kejadian dia sedang tidak berada di rumah orangtuanya tersebut. Setiap harinya, rumah tua itu hanya ditempat orangtua dan satu keponakan Slamet. (*/R)