Sejumlah Pejabat Bakal Terseret Hukum di Kejati

Dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) akan berdampak pada beberapa pejabat yang cikal bakal mengisi ruang hukum di kejaksaan tinggi (Kejati). Itu Berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Nomor: PRINT-532/R.4.5/Fd.1/09/2017 tanggal 11 September 2017.

MAKASSAR – Setelah melakukan penggeledahan serta menyita barang bukti di sejumlah kantor di lingkup Pemrov Sulbar, Kejati Sulsel bakal menyeret sejumlah pejabat di daerah itu. Kejati Sulsel menyita dokumen di kantor BAPPEDA Sulbar, DPRD Sulbar, dan kantor Dinas Pendidikan Pemprov Sulbar.

Berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Nomor: PRINT-532/R.4.5/Fd.1/09/2017 tanggal 11 September 2017, tim Penyidik telah berhasil mengamankan dokumen-dokumen terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan APBD Promprov Sulbar TA 2015-2016. Dimana penyimpangan itu diduga melibatkan sejumlah anggota DPRD Pemprov Sulbar Periode 2014-2019.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin memastikan dalam kasus yang kini tengah disidik itu, bakal menyeret banyak pejabat di Sulbar. “Kalau dari barang bukti yang disita penyidik, dipastikan kasus itu akan menyeret banyak pejabat di Sulbar,” kata Salahuddin.

Penyidik telah menemukan fakta adanya perbuatan sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulbar. Mereka diduga kuat telah melakukan penyimpangan. Penyimpangan itu dilakukan dengan cara memasukkan sejumlah item proyek-proyek titipan pada APBD Provinsi Sulbar tahun 2016, tanpa melalui prosedur serta mekanisme yang berlaku.

“Rata-rata proyek yang dikerjakan itu, pelaksananya dikerja oleh orang terdekat anggota DPRD tersebut,” ucapnya.

Banyak proyek yang ditemukan kurang volume pekerjaannya dan terkesan ada rekayasa karena dana yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya.

Selain itu, lanjut Salahuddin, penyidik menemukan fakta dana pada proyek tersebut juga dipergunakan untuk diberikan sebagian kepada anggota DPRD, sebagai fee proyek antara 10 sampai 15 persen.  (ar/cep/r)