Seorang Wanita Relakan Tubuhnya untuk Curi Motor Korbannya

Aksi tindak kejahatan yang dilakukan oleh NS ini tergolong modus baru. Bagaimana tidak, untuk menjerat korban, ia bahkan rela tubuhnya “dinikmati” terlebih dahulu. Setelah korban tertidur pulas menikmati tubuh NS, ia pun membawa lari sepeda motor milik korban.

Seperti yang dialami oleh MR warga Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, yang berprofesi sebagai sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), harus rela motor pinjaman yang dibawanya raib setelah dirinya terlena usai bercinta dengan pelaku.
Kapoles Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan kejadian ini bermula saat MR berkenalan dengan NS yang saat itu penumpang bus yang dikemudikan MR. Kemudian, keduannya pun saling bertukar nomer telefon.
“Perkenalan keduanya berlanjutan.Keduannya pun saling berkomunikasi. Bahkan, dalam komunikasi lewat telepon, pelaku sengaja memancing korban dengan hal-hal menyerempet ke hal-hal seksual,” ujar Ade di Mapolres Karanganyar, Jumat (16/6/2017). Rupannya cara itu cukup efektif. Pelaku pun masuk kedalam perangkapnya. Kemudian, keduannya pun sepakat untuk saling bertemu.
Selanjutnya mereka melakukan hubungan intim di sebuah hotel yang ada di daerah Dagen, Jaten, Karanganyar.
Karena kelelahan usai bercinta, korban pun tertidur pulas. Mengetahui korban tidur pulas, NS keluar dari hotel dengan membawa sepeda motor Yamaha Mio. “Padahal sepeda motor itu dipinjam korban dari tetanggannya untuk menemui pelaku,” terangnya.
Saat terbangun, korban terkejut pelaku tidak ada ditempatnya. Begitu pula dengan kunci motor yang ditaruhnya di meja hotel. Melihat kunci motor sudah tidak ada di meja didalam kamar hotel, korban pun langsung berlari keluar. Dan benar dugaannya, motor milik tetangga yang dipinjamnya itu sudah hilang. “Akhirnya korban melapor ke Polsek Jaten. Setelah mendapatkan ciri-ciri pelaku, kami pun melakukan pengejaran. Dan pelaku berhasil dibekuk. Namun sayang motor tersebut sudah digadaikan oleh pelaku,” lanjut Ade Safri.
Pengakuan pelaku yang sebenarnya masih bersuami ini, mengaku baru pertama melakukan aksi kejahatan. Aksi itu terpaksa dilakukan karena terbelit utang dan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhirnya gelap mata. Motor curian itu digadaikan untuk jaminan utang-utangnya. “Kami masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah pelaku bekerja sendirian atau tidak. Tapi yang pasti, saat ini pelaku telah kami tahan. Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya , pelaku akan dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,” pungkas Ade.  (*)