Sulsel Miliki Potensi Listrik Tenaga Angin, Denmark Jajaki

MAKASSAR – Pemerintah Denmark menyampaikan ketertarikannya menjajaki potensi kerjasama di Indonesia, termasuk di Sulsel. Hal itu disampaikan Duta Besar Denmark, Casper Klyngen, usai menemui Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, di Kantor Gubernur Sulsel.

Casper Klyngen, mengatakan, kunjungannya ke Sulsel untuk menjajaki kerjasama, khususnya pada bidang pengembangan wilayah maritim dan energi. Sulsel kata Casper, memiliki potensial untuk pengembangan energi pembangkit listrik tenaga angin.

Apalagi, kata dia, Denmark saat ini merupakan pemilik perusahaan maritim terbesar di dunia, termasuk perusahaan perkapalan. Sehingga pihaknya menawarkan kerjasama dengan Sulsel dibidang tersebut untuk mengefisienkan cost atau biaya angkutan. “Saat ini biaya pengiriman lebih mahal dari Makassar ke Jakarta dari pada Makassar ke Kopenhagen (ibukota Denmark). Ini tidak masuk akal. Kita akan berbicara bagaimana agar biaya ini bisa lebih efisien,” katanya.

Pihaknya juga akan berkunjung ke Pelindo IV untuk melihat bagaimana pelabuhan di sana, serta melihat gambaran bidang apa saja yang dibutuhkan Makassar.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengatakan Klyngen yang baru saja dilantik sebagai Dubes Denmark untuk Indonesia, bukan hanya menjajaki kerjasama pada sektor maritim dan energi, tetapi juga menjajaki kerjasama investasi lain. Dia menarwarkan pariwisata, manajemen kepelabuhanan dan lingkungan hidup. “Salah satu tantangan dunia ke depan adalah sampah plastik. Dia bersedia membantu. Jadi prinsipnya ini baru penjajakan,” jelas Agus.

Kedepan, lanjut Agus, jika kerjasama tersebut jadi dilakukan, maka kemungkinan besar Denmark akan menangani pembangkit listrik tenaga angin yang ada di Kabupaten Jeneponto “Salah satu bentuk kerjasama itu nanti di Jeneponto, listrik tenaga angin kalau di Parepare dengan Amerika, Jeneponto nanti dengan Denmark,” urainya. (ear/R)