Tak Terurus, Rumdin Bupati Malah jadi Tempat Mesum

Bangunan mewah diatas lahan seluas empat hektar menayangkan pemandangan kusam dan tak terurus. Bahkan informasi warga sekitar bangunan yang terkesan ditelantarkan itu sering dijadikan tempat maksiat dan mesum bagi kalangan remaja.

Warga Jetis, Kasiyanto mengatakan, rumah dinas (rumdis) Bupati yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu seringkali dibuat nongkrong bagi anak-anak muda, terutama saat malam hari. Minimnya penerangan juga diduga menjadikan Rumdin seringkali sebagai tempat mesum untuk berpacaran anak-anak muda. Apalagi wilayah sekitar Rumdin baru Bupati masih berupa area persawahan, sedangkan rumah-rumah warga berjarak agak jauh dari lokasi tersebut.

“Kalau malam kan disana gelap, banyak anak muda nongkrong mabuk-mabukan bahkan pacaran. Padahal semestinya tempat itu bukan untuk dibuat mesum,”” ujar laki-laki yang bekerja sebagai petani tersebut berharap bangunan mewah tersebut bisa digunakan untuk hal positif agar warga sekitar lebih nyaman dan aman.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Subarso mengakui pihaknya sudah banyak mendapat laporan masyarakat terkait banyaknya anak muda yang suka mabuk-mabukan dan pacaran di area Rumdin tersebut. Bahkan tidak hanya sampah bungkus obat batuk cair saja, seringkali ditemukan kondom bekas di sekitar bangunan tersebut.

Sebelumnya, Bupati Kendal, Mirna Annisa memang telah menyatakan keengganannya untuk menempati Rumdin baru tersebut karena dianggap terlalu besar. Selain itu, letaknya memang relatif lebih jauh dari pusat perkantoran Pemkab Kendal jika dibandingkan rumah dinas lama. “Saya sementara ini masih lebih memilih untuk menempati rumah dinas yang lama. Karena letaknya relatif dekat dengan Kompleks Setda Kendal, sehingga kalau ada kegiatan, dapat segera hadir. Ini juga menjadikan saya lebih dekat ke masyarakat,” ucapnya.  (yog/R)