“Tidak Perlu Dipolemikkan” PWI; Itu Menghalangi Tugas Jurnalis

 

Kisruh proyek pembangunan tanggul penahan ombak (Break Water) di pantai desa Tamasaju, kecamatan Galesong Utara (Galut) jadi trending topic baik di medsos maupun warkop di kabupaten Takalar.

Nampak TP4D, Akbar (baju biru) saat berkunjung ke lokasi proyek di desa Tamasaju, kecamatan Galut

TAKALAR – Pasalnya, Ketua Tim Pengawalan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Akbar mengatakan untuk tidak mempolemikkan persoalan break water di Tamasaju karena masih dalam proses pengerjaan.

Apalagi kata Kasie Intel Kejaksaan ini, kalau datanya tidak valid dan hanya berlandaskan asumsi saja.

Sementara Ketua PWI Takalar, Maggarisi Sayyed menambahkan, pemberitaan yang di akses trialief tidak berdasar pada asumsi, tetapi sumbernya jelas dari Kades dan warga setempat. “Pernyataan TP4D menyiratkan pengertian menghalangi tugas jurnalis,” ujar Ketua PWI.

Soal kontrak sementara berjalan ataupun ada tim ahli break water yang akan diturunkan kata Dg Nyau (sapaan Maggarisi red.), itu memang mekanisme sebuah pekerjaan proyek. Tetapi, persoalan yang di publish trialief merupakan keluhan warga yang resah akan dampak yang akan ditimbulkan oleh pengerukan yang dilakukan pihak rekanan.  (cw)