Tim Diharap Tidak Panik Hingga Lampaui Kewenangan Panwas

TAKALAR – Makin dekat Pilkada, semakin banyak kejadian tak terduga terlahir, seperti kejadian di wisma Azman, jln Sudirman atau tepanya depan Mesjid Agung kabupaten Takalar Selasa malam. Sekelompok massa mengepung wisma Azma, dengan asumsi ada sekumpulan pegawai negeri sipil (PNS) yang lagi mengadakan pertemuan. Lalu massa darimana yang mengepung wisma Azman….?

Informasin menyebutkan, kelompok massa tersebut merupakan kubu dari paslon Petahana yang nota bene akan melakukan penggerebekan terhadap kelompok PNS yang mengadakan pertemuan dalam wisma.

Mereka melakukannya karena meyakini kelompok PNS ini rapat untuk kepentingan dukungan terhadap paslon SK-HD. Hingga tengah malam massa berjaga, namun tak satupun PNS yang didapatinya dan petugaspun membubarkannya karena dinilai mengganggu ketenteraman.

Salah seorang PNS yang mengaku hadir dipertemuan usai ba’da Ashar mengatakan, tidak pembicaraan khusus. “Kami hanya ngobrol biasa lalu bubar,” katanya.

Justru yang mengherankan, kenapa tim paslon panic jika melihat ataukah mengetahui kalau ada PNS yang mendukung salah satu calon Bupati. “Saya kira, perlakuan mereka melampaui kewenangan Panwaslu yang dilegitimasi pemerintah untuk melakukan pengawasan dan memprosesnya, bukan dari tim,” ujarnya meminta agar identitasnya dirahasiakan. (R)